Topik.id — Fernando Alonso kembali menyuarakan kegelisahannya terhadap arah Formula 1 setelah merasakan langsung karakter Sirkuit Madring dalam gelaran Grand Prix Spanyol. Pembalap Aston Martin itu menilai lintasan baru tersebut memiliki tantangan yang ideal untuk menguji keberanian dan kemampuan pembalap, tetapi karakter mobil generasi saat ini justru membatasi potensi tersebut.
Madring memiliki panjang sekitar 5,4 kilometer dengan sejumlah tikungan berkecepatan tinggi yang membutuhkan tingkat komitmen tinggi. Namun, Alonso menilai persaingan di lintasan tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh keberanian pembalap karena strategi penggunaan energi listrik dan kondisi baterai turut memengaruhi performa mobil di setiap sektor.
Karakter Madring Dinilai Tidak Maksimal
Alonso mengakui Madring merupakan salah satu sirkuit yang menawarkan tantangan menarik. Tikungan seperti La Monumental atau Tikungan 12 menjadi contoh bagian lintasan yang menurutnya seharusnya mampu memperlihatkan perbedaan kemampuan antara satu pembalap dan pembalap lainnya.
Masalahnya, performa mobil di era regulasi sekarang masih sangat dipengaruhi oleh ketersediaan energi baterai. Kondisi tersebut membuat pembalap dengan cadangan energi lebih besar bisa memiliki keuntungan waktu, bahkan ketika berada di bagian lintasan yang semestinya menjadi panggung untuk menunjukkan kemampuan mengemudi.
Bagi juara dunia F1 dua kali tersebut, situasi itu mengurangi salah satu unsur utama dalam balapan, yakni pertarungan kemampuan antar-pembalap.
Alonso Soroti Ketergantungan pada Energi Listrik
Alonso menginginkan agar keberanian dan kemampuan teknis kembali menjadi faktor utama yang menentukan kecepatan mobil. Ia menilai pembalap yang mampu mengambil risiko lebih besar di tikungan sulit semestinya dapat mencatat waktu lebih cepat dibandingkan lawannya.
Menurut Alonso, ketergantungan terhadap jumlah energi yang tersedia membuat konsep tersebut menjadi lebih rumit. Performa di lintasan tidak hanya bergantung pada kemampuan pembalap, tetapi juga bagaimana energi listrik dikelola sepanjang lap.
Formula 1 sebenarnya sudah berusaha mengubah komposisi tenaga melalui regulasi yang mengarah pada pembagian sekitar 60 persen tenaga mesin pembakaran dan 40 persen energi listrik. Perubahan yang lebih besar dijadwalkan mulai diterapkan pada 2027.
Honda Jadi Perhatian Aston Martin
Kritik Alonso juga muncul bersamaan dengan persoalan performa unit tenaga Honda yang digunakan Aston Martin. Tim tersebut masih berusaha mendapatkan daya saing lebih baik dari mesin yang menjadi salah satu komponen penting dalam paket mobil mereka.
Alonso mengatakan telah berdiskusi dengan Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem mengenai kemungkinan langkah yang dapat membantu Honda mengejar ketertinggalan. Ia juga rutin berkomunikasi dengan Stefano Domenicali selaku pimpinan Formula 1.
Honda sebelumnya telah memperoleh tambahan kesempatan pengembangan melalui sistem Additional Development and Upgrade Opportunity atau ADUO yang diperuntukkan bagi produsen unit tenaga yang performanya tertinggal.
Namun, skema tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menyelesaikan kesenjangan performa. Karena itu, Alonso berharap FIA dan F1 dapat mempertimbangkan penyesuaian tambahan dalam waktu lebih cepat.
Dorong Perubahan Sebelum Regulasi 2031
Salah satu agenda yang menjadi perhatian Alonso adalah rencana penggunaan mesin V8 pada siklus regulasi mendatang. Ia berharap perubahan tersebut tidak harus menunggu hingga 2031 apabila terdapat peluang untuk mempercepat penerapannya.
Menurut Alonso, Formula 1 tidak seharusnya menunggu terlalu lama untuk memperbaiki aspek olahraga yang dinilai mengurangi peran pembalap. Ia bahkan menganggap pengalaman panjangnya di ajang tersebut menjadi alasan untuk ikut memberikan masukan kepada pengambil keputusan.
Di tengah pembicaraan mengenai masa depannya, Alonso masih diperkirakan melanjutkan karier bersama Aston Martin pada 2027. Kritik yang disampaikannya kali ini sekaligus menunjukkan perhatian terhadap masa depan F1, bukan hanya persoalan performa timnya sendiri.
