Momen menerima gaji pertama dari pekerjaan baru kerap menjadi hal yang paling dinantikan oleh para pekerja muda. Namun, kepemilikan penghasilan mandiri ini membawa tanggung jawab baru dalam pengelolaan dana harian. Tanpa perencanaan yang matang, pendapatan bulanan berisiko habis sebelum akhir bulan.
Kondisi tersebut tecermin dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Minggu (11/10/2026). Data tersebut mencatat indeks literasi keuangan kelompok usia 18–25 tahun mencapai 73,32%, sedangkan indeks inklusi keuangannya menyentuh 95,69%.
Data itu menunjukkan terbukanya akses layanan jasa keuangan belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman yang mendalam. Oleh karena itu, penting bagi pekerja pemula untuk mengelola isi kantong agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka.
Enam Langkah Mengatur Keuangan untuk Pekerja Muda
Berdasarkan Buku Panduan Edukasi Keuangan Digital yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada Minggu (18/10/2026), terdapat enam strategi utama yang bisa diterapkan pekerja muda untuk merencanakan penggunaan gaji:
1. Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengetahui jumlah penghasilan bersih atau take-home-pay serta mencatat seluruh pengeluaran selama satu bulan. Pencatatan ini bisa memanfaatkan buku catatan, lembar kerja, ataupun aplikasi keuangan digital agar pemetaan penggunaan dana lebih transparan.
2. Membagi Pengeluaran Berdasarkan Prioritas
Pekerja perlu memilah pos belanja ke dalam skala prioritas. Pastikan kebutuhan pokok, biaya tempat tinggal, transportasi, komunikasi, dan tagihan rutin sudah terpenuhi sebelum mengalokasikan uang untuk hiburan atau belanja tambahan demi menghindari perilaku konsumtif.
3. Menyusun Anggaran Sesuai Penghasilan
Setiap individu harus menyusun anggaran yang fleksibel dan disesuaikan dengan besar gaji serta tanggungan masing-masing. Sebagai ilustrasi, pekerja berpenghasilan Rp 4 juta dapat membagi dananya untuk kebutuhan hidup, cicilan, serta tabungan tanpa harus menyamakannya dengan orang lain karena biaya hidup yang beragam.
4. Prioritaskan Tabungan dan Dana Darurat
Masukkan tabungan sebagai bagian dari pos anggaran rutin dengan nominal yang disesuaikan kemampuan. Bagi yang belum memiliki cadangan finansial, membangun dana darurat secara bertahap sangat penting demi mengantisipasi risiko tak terduga di kemudian hari.
5. Mengevaluasi Pengeluaran secara Berkala
Pemeriksaan anggaran secara mingguan sangat membantu untuk memastikan arus kas tetap berada di jalur yang tepat. Jika ada pos yang mulai membengkak, penyesuaian dapat segera dilakukan dengan memangkas pengeluaran yang tidak mendesak.
6. Memahami Konsekuensi Layanan Kredit
Kemudahan pembayaran digital dan layanan kredit harus disikapi dengan kehati-hatian. Pekerja muda wajib memahami struktur biaya, bunga, tenggat waktu, serta risiko keterlambatan agar cicilan baru tidak mengganggu anggaran kebutuhan pokok.
Mengatur gaji pertama tidak berarti memangkas seluruh kesenangan pribadi secara ekstrem. Kuncinya terletak pada kedisiplinan mencatat arus kas, penyusunan anggaran yang realistis, serta evaluasi berkala guna membangun fondasi keuangan yang kuat sejak dini.









