— Menjelang pergantian bulan dari September ke Oktober 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari pola penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang dapat dilakukan badan usaha pada awal bulan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Sampai Rabu, 30 September 2026, harga BBM masih mengacu pada penyesuaian yang dilakukan pada awal September. Pertamina sebelumnya menaikkan sejumlah produk nonsubsidi, begitu pula beberapa penyedia BBM swasta seperti BP-AKR dan Vivo Energy Indonesia. Sementara itu, muncul proyeksi adanya kenaikan kembali pada Oktober, meski angka tersebut belum menjadi harga resmi.

Harga BBM Pertamina Masih Mengacu Penyesuaian September

Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada 1 September 2026. Sejumlah produk mengalami kenaikan cukup besar dibandingkan harga bulan sebelumnya.

Pertamax Green 95 misalnya, naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter. Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter.

Kenaikan turut terjadi pada produk diesel. Dexlite yang sebelumnya Rp19.700 per liter menjadi Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter.

Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku hingga 30 September 2026:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Pertamax: Rp15.950 per liter
  • Biosolar: Rp6.800 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
  • Dexlite: Rp23.700 per liter
  • Pertamina Dex: Rp25.200 per liter

BP-AKR dan Vivo Juga Naik pada September

Penyesuaian harga tidak hanya dilakukan Pertamina. BP-AKR turut menaikkan harga sejumlah produk BBM pada awal September 2026.

BP Ultimate yang sebelumnya dijual Rp16.760 per liter meningkat menjadi Rp19.330 per liter. Sementara itu, BP Ultimate Diesel naik dari Rp21.910 menjadi Rp25.420 per liter.

Vivo Energy Indonesia juga melakukan penyesuaian harga. Revvo 95 naik dari Rp16.760 menjadi Rp19.330 per liter, sedangkan Diesel Primus meningkat dari Rp21.910 menjadi Rp25.420 per liter.

Untuk kondisi harga pada 30 September 2026, daftar BBM BP-AKR dan Vivo adalah sebagai berikut:

BP-AKR:

  • BP 92: Rp16.130 per liter
  • BP Ultimate: Rp19.330 per liter
  • BP Ultimate Diesel: Rp25.420 per liter

Vivo:

  • Revvo 92: Rp16.130 per liter
  • Revvo 95: Rp19.330 per liter
  • Diesel Primus: Rp25.420 per liter

Harga BBM Shell Masih Terbatas

Kondisi berbeda terlihat pada jaringan SPBU Shell. Hingga 30 September 2026, Shell V-Power Diesel tercatat berada di harga Rp25.420 per liter.

Sementara itu, beberapa produk Shell lainnya seperti Shell Super, Shell V-Power dan Shell V-Power Nitro+ masih belum tersedia. Ketersediaan produk dapat berubah sesuai kondisi pasokan dan kebijakan perusahaan.

Proyeksi Harga BBM Nonsubsidi Oktober 2026

Perhatian kini beralih pada kemungkinan perubahan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Oktober 2026. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti memproyeksikan harga BBM nonsubsidi dapat meningkat sekitar 5 persen hingga 11 persen pada Oktober.

Perhitungan tersebut menggunakan rata-rata harga pasar dalam periode 25 Agustus hingga 25 September 2026. Berdasarkan proyeksi itu, sejumlah harga BBM Pertamina berpotensi berada pada level berikut:

  • Pertamax Green 95: sekitar Rp21.200 per liter
  • Pertamax Turbo: sekitar Rp21.450 per liter
  • Dexlite: sekitar Rp25.000 per liter
  • Pertamina Dex: sekitar Rp26.600 per liter

Namun, angka tersebut bukan harga resmi yang telah ditetapkan Pertamina. Proyeksi tersebut merupakan perhitungan akademis berdasarkan formula harga dan kondisi pasar pada periode tertentu.

Pemerintah Masih Evaluasi Harga BBM Nonsubsidi

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung sebelumnya menyampaikan bahwa harga BBM nonsubsidi dapat mengalami penyesuaian mengikuti perkembangan harga pasar.

Evaluasi harga dilakukan dengan mempertimbangkan pergerakan harga dalam periode tertentu. Karena itu, perubahan harga pada Oktober akan sangat bergantung pada perkembangan sejumlah faktor, termasuk harga minyak mentah global dan nilai tukar rupiah.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat sebaiknya membedakan antara proyeksi dan harga resmi. Harga BBM yang benar-benar berlaku pada Oktober 2026 tetap menunggu pengumuman masing-masing badan usaha.

Harga BBM Subsidi Dipertahankan hingga Akhir 2026

Di tengah potensi perubahan harga BBM nonsubsidi, pemerintah menyatakan harga BBM subsidi Pertalite tetap dipertahankan hingga penghujung 2026.

Artinya, kemungkinan perubahan harga pada awal Oktober terutama perlu diperhatikan pada produk BBM nonsubsidi. Pertalite dan Biosolar sebagai BBM subsidi masih tercantum pada harga yang berlaku saat ini.

Bagi pengguna kendaraan pribadi, perubahan harga BBM nonsubsidi dapat berdampak langsung terhadap biaya perjalanan harian. Karena itu, informasi mengenai harga resmi perlu dipantau menjelang 1 Oktober agar masyarakat dapat menyesuaikan anggaran transportasi berdasarkan harga yang benar-benar ditetapkan.