Topik.id — Pertarungan sengit antara Team Liquid ID (TLID) dan ONIC Esports di panggung MPL ID S18 Regular Season menyajikan laga penuh drama. Kedua tim papan atas ini saling bertukar serangan hingga memaksa pertandingan berlangsung selama tiga game.
Game 1: Disiplin TLID Unggul Sejak Awal
Pada game pertama, TLID menampilkan permainan yang sangat disiplin sejak menit awal. Mengandalkan kombinasi lini depan yang kuat melalui Leoni (Glue) dan Aran (Belerick), TLID sukses mengamankan objektif turtle dan mengontrol area semak secara maksimal. Meskipun Kelra di sisi ONIC mencoba memberikan tekanan menggunakan Pakito di gold lane, Kevin yang menggunakan Claude mampu bermain sabar. Momen krusial terjadi saat pertarungan tim di area neutral objective, di mana eksekusi Blazing Duet Kevin menghancurkan barisan ONIC. TLID akhirnya mengamankan poin di game pertama tanpa celah berarti.
Game 2: Balasan ONIC Lewat Kejutan Draf
Memasuki game kedua, ONIC memberikan balasan lewat kejutan dalam pemilihan hero. Kelra berpindah menggunakan Moskov, sementara Sans secara mengejutkan melakoni debut pertamanya menggunakan hero Mathilda. Kyrie yang dipercayakan mengunci Hayabusa langsung tancap gas di early game dengan mengumpulkan stack Sky Piercer. TLID yang mencoba bertahan menggunakan kombinasi Hanabi milik Kevin kesulitan menghadapi crowd control dan burst damage bertubi-tubi dari ONIC. Inisiasi Spear of Destruction dari Kelra serta keunggulan ekonomi membawa ONIC menguasai jalannya game kedua dan memaksa laga berlanjut ke babak penentuan.
Game 3: Comeback Epik TLID dari Defisit 10.000 Gold
Game ketiga menjadi klimaks pertempuran kedua tim. Kyrie tampil sangat dominan di paruh awal pertandingan menggunakan Hayabusa, mencatatkan statistik 4/0/2, mengamankan Lord pertama tanpa perlawanan, dan menggenapkan raihan 50 kills miliknya di musim ini. Dominasi Kyrie membawa ONIC unggul jauh hingga defisit 10.000 gold dan merobohkan seluruh inhibitor turret milik TLID.
Namun, TLID menunjukkan daya tahan yang luar biasa di depan garis basis. Peran Leoni yang menggunakan Rafaela memberikan dukungan healing serta movement speed penting untuk menjaga kelangsungan hidup rekan-rekannya. Efektivitas Hayabusa milik Kyrie di late game berhasil diredam oleh pertahanan rapat TLID. Pada menit ke-20, setelah sukses menahan gempuran Lord dan mengeliminasi anggota ONIC satu per satu, TLID melakukan serangan balik mematikan (epic comeback) dan langsung menghancurkan Main Base milik ONIC untuk mengunci kemenangan seri 2-1.
Ikuti Topik.id
