— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyatakan kesiapannya dalam menyediakan dukungan teknologi digital dan komunikasi publik guna menyukseskan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI. Kesiapan ini mencakup penguatan koneksi dan sinyal internet, penyediaan fasilitas media center, serta pemasangan videotron untuk memudahkan akses informasi bagi masyarakat luas.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin kolaborasi erat dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Kota Semarang, Kementerian Agama, serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Kolaborasi ini bertujuan untuk menjamin kelancaran seluruh rangkaian acara yang akan diselenggarakan.

Tugas Diskomdigi dalam perhelatan ini terbagi dalam dua sektor utama, yaitu komunikasi publik dan media, serta penyiapan infrastruktur teknologi digital. Lilik Henry menegaskan bahwa hingga saat ini, kedua bidang tersebut telah siap untuk diimplementasikan, dengan komitmen untuk terus memperbarui informasi terkait perkembangan terkini.

Penyiapan Media Center dan Videotron

Untuk mendukung kebutuhan media, Diskomdigi Jawa Tengah telah menyiapkan sebuah media center yang berlokasi di kawasan arena utama, Simpang Lima. Fasilitas ini akan berfungsi sebagai pusat penyiaran informasi dari 12 arena perlombaan MTQ Nasional, yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Selain media center, empat titik videotron juga disiapkan di sekitar area Simpang Lima. Pemasangan ini bertujuan untuk mengantisipasi membludaknya masyarakat yang mungkin tidak tertampung di arena utama. Lokasi videotron tersebut meliputi jalur pedestrian Simpang Lima sisi barat menghadap selatan, sisi selatan menghadap Jalan Pahlawan, depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, serta sudut halaman Sekretariat DPRD yang menghadap Jalan Pahlawan.

Partisipasi Publik dan Acara Pendukung

Masyarakat umum sangat dipersilakan untuk hadir langsung di arena utama dan menyaksikan rangkaian acara pembukaan. Acara pembukaan pada Sabtu malam dijadwalkan meliputi seremoni, tari kolosal, pemecahan rekor menyanyikan Mars MTQ secara massal, serta penampilan musisi religi Opick.

Lilik Henry menambahkan bahwa perhelatan MTQ Nasional ini merupakan acara masyarakat, sehingga partisipasi publik sangat diharapkan. Kapasitas arena utama diperkirakan mampu menampung lebih dari 1.000 orang, mengingat sebagian area tidak akan menggunakan kursi atau meja, sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk menampung penonton.

Selain agenda lomba utama, MTQ Nasional XXXI juga akan dimeriahkan oleh berbagai acara pendukung, seperti bursa kerja, bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta pawai ta’aruf, yang diharapkan dapat menambah semarak acara.