Topik.id — Indonesian Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menegaskan posisi bursa sebagai penggerak utama likuiditas di dalam ekosistem komoditas emas nasional.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Head of Business Unit Community ICDX, Zulfal Faradis dalam ajang Investor Daily Summit 2026 yang berlangsung di Raffles Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Zulfal menjelaskan, ICDX menjalankan fungsi sebagai sarana perdagangan sekaligus pasar kliring. Platform ini memfasilitasi posisi short maupun long bagi para pelaku pasar, mengatur manajemen likuiditas, serta menyediakan berbagai instrumen derivatif emas untuk keperluan lindung nilai atau hedging.
Sejak memperoleh mandat resmi dari regulator pada tahun 2021, sektor pasar emas fisik digital mengalami lonjakan pertumbuhan yang signifikan. Hingga September 2026, jumlah pengguna terdaftar telah mencapai 19,2 juta orang dengan nilai akumulasi transaksi dalam ekosistem industri ini menembus angka di atas Rp 100 triliun.
Demi menjamin keamanan konsumen, setiap transaksi pembelian emas digital dipastikan mendapat sandaran fisik dengan rasio satu banding satu. Emas tersebut disimpan secara aman pada lembaga depositori terakreditasi seperti Pegadaian, di bawah pengawasan ketat dari Bappebti bersama lembaga kliring.
Mekanisme jaminan tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem perdagangan emas fisik digital di tanah air.
Selain itu, lembaga kliring secara berkesinambungan mengawasi ketersediaan cadangan fisik para pedagang. Sanksi berupa teguran hingga penangguhan atau suspend akan dijatuhkan jika ditemukan ketidaksesuaian pada rasio pasokan fisik tersebut.
Kehadiran bursa emas terintegrasi ini juga dirancang untuk menciptakan proses price discovery yang berjalan mandiri, memiliki likuiditas tinggi, transparan, serta kredibel langsung dari dalam negeri.
Seluruh fungsi strategis tersebut merupakan bagian dari peta jalan pengembangan ekosistem bullion nasional untuk periode 2026 hingga 2031, di mana rentang tahun 2026 sampai 2027 diprioritaskan pada tahap penguatan fondasi dasar.
Melalui pengelolaan likuiditas yang optimal serta sistem pembentukan harga domestik yang transparan, ICDX diproyeksikan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi nasional lewat sektor perdagangan emas yang aman serta kredibel.


