Bisnis

Perluas Akses Investasi, Pegadaian Hadirkan Inovasi ATM Emas

PT Pegadaian meluncurkan jaringan ATM Emas yang terintegrasi dengan aplikasi Tring! untuk mempermudah konversi saldo digital menjadi emas fisik.

Perluas Akses Investasi, Pegadaian Hadirkan Inovasi ATM Emas
ATM Emas Pegadaian (Sumber: ANTARA/HO-Pegadaian)

PT Pegadaian (Persero) resmi meluncurkan jaringan Anjungan Tunai Mandiri Emas sebagai terobosan terbaru dalam memperluas kemudahan masyarakat memiliki emas batangan secara cepat dan praktis. Fasilitas mutakhir ini terintegrasi langsung dengan aplikasi Tring! by Pegadaian.

Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan para nasabah untuk mengubah saldo Tabungan Emas digital menjadi kepingan emas batangan fisik secara mandiri tanpa harus melalui prosedur pemesanan serta pencetakan konvensional di kantor cabang.

Perilisan mesin anjungan tunai mandiri ini bertepatan dengan momentum perayaan satu tahun aplikasi Tring! atau 1st Tring!versary pada Kamis, 15 Oktober 2026. Di wilayah Jakarta, salah satu titik penempatan layanan tersebut dapat dijumpai di kawasan CP Kebayoran Baru.

Melalui mesin ini, para nasabah dapat mencetak dan mengambil emas batangan fisik dengan pilihan denominasi mulai dari 1 gram hingga 100 gram, tergantung pada ketersediaan di dalam mesin. Seluruh kepingan logam mulia yang disediakan merupakan produk resmi dari Galeri 24.

Mekanisme Transaksi Melalui Aplikasi Tring!

Integrasi antara anjungan tunai mandiri dan aplikasi Tring! dirancang untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transaksi secara mandiri. Seluruh tahapan dapat dikelola langsung dari gawai pribadi masing-masing.

Prosedur bermula dengan mengakses menu transaksi di dalam aplikasi, melakukan pemindaian kode QR yang tertera pada layar mesin, menyelesaikan konfirmasi pembayaran, hingga memasukkan kode unik transaksi sesuai dengan instruksi yang diberikan.

“Setelah seluruh tahapan selesai, nasabah dapat mengambil emas batangan fisik langsung dari mesin,” ujar Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Inovasi ini sekaligus menjadi solusi alternatif bagi nasabah yang sebelumnya harus memesan pencetakan terlebih dahulu dan menghabiskan waktu menunggu proses penyelesaian sebelum dapat mengambil produk di gerai fisik.

“Hadirnya ATM Emas Pegadaian yang bertepatan dengan satu tahun perjalanan aplikasi Tring! merupakan langkah konkret kami dalam menghadirkan ekosistem bulion yang semakin inklusif, modern, dan tepercaya di Indonesia. Terobosan ini menegaskan posisi Pegadaian sebagai pionir Bullion Bank yang senantiasa berinovasi dengan menghadirkan kepraktisan, keamanan, dan transparansi demi mendukung visi besar untuk MengEMASkan Indonesia,” jelas Damar.

Penguatan Kepercayaan dan Ekosistem Bulion

Penyediaan fasilitas anyar ini diharapkan mampu menjawab keraguan masyarakat terkait ketersediaan fisik logam mulia di balik kepemilikan saldo Tabungan Emas digital. Perusahaan memastikan penerapan prinsip rasio 1:1 pada setiap layanan transaksinya.

Artinya, ketersediaan logam mulia fisik di tempat penyimpanan atau vault Pegadaian selalu sepadan dengan jumlah gram yang ditransaksikan oleh nasabah berdasarkan akad yang sah. Prinsip tersebut diterapkan guna memperkuat keyakinan publik terhadap instrumen investasi digital.

Kepala Departemen Bulion Pegadaian, Erika Nurfitriyani, menuturkan bahwa fasilitas tersebut menjembatani antara kepemilikan digital dengan akses kepemilikan fisik secara transparan.

“ATM Emas merupakan bagian dari pengembangan ekosistem bulion Pegadaian yang menghubungkan kepemilikan emas digital dengan akses terhadap emas fisik. Melalui fasilitas ini, nasabah mendapatkan alternatif yang lebih praktis untuk memperoleh emas batangan sesuai saldo, denominasi, dan ketentuan transaksi yang berlaku. Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas pemanfaatan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang,” tutur Erika.

Dari sisi keamanan, perusahaan telah mengantongi sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 untuk layanan kustodi. Pengamanan mencakup standar mutu mulai dari verifikasi penerimaan, pengujian kadar kemurnian, administrasi, penyimpanan di dalam vault, hingga pengamanan fisik dan sistem secara menyeluruh.

Pelaksana Harian Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Agustina Setiawati, menambahkan bahwa kehadiran layanan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendekatkan instrumen investasi kepada masyarakat luas.

“Hadirnya ATM Emas Pegadaian di wilayah Kanwil IX Jakarta 2 ini merupakan bukti komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat untuk bertransaksi emas secara cepat, mudah, dan terjamin keamanannya. Melalui integrasi dengan aplikasi Tring!, nasabah kini memiliki kendali penuh untuk mengonversi saldo emas digital menjadi emas fisik secara instan. Kami juga memastikan transparansi penuh dengan rasio 1:1 antara kepemilikan emas digital dan fisik yang tersimpan aman di Pegadaian,” kata Agustina.

Seluruh rangkaian pengembangan ini juga merujuk pada ketentuan syariah, termasuk berpedoman pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Nomor 166 tentang Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah. Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Pegadaian berkomitmen untuk terus mengoptimalkan layanan demi memperkuat pertumbuhan industri bulion nasional secara akuntabel dan inklusif.