— Seekor pedhet atau anak sapi di Kedungjati, Selopamioro, Imogiri, Bantul, menarik perhatian warga setelah lahir dalam kondisi tidak biasa. Anak sapi berwarna cokelat milik Adi Wiyono itu hanya memiliki dua kaki belakang dan belum mampu berdiri sendiri seperti pedhet pada umumnya.

Pedhet tersebut lahir pada Senin dini hari, 21 September 2026. Awalnya, Adi mengira proses kelahiran berjalan normal karena anak sapi itu terlihat berbaring di dalam kandang. Namun, kondisi sebenarnya baru diketahui beberapa jam kemudian ketika anaknya pulang bekerja dan melihat pedhet itu belum juga bisa berjalan.

“Ini pedhet sejak lahir memang kakinya hanya dua,” kata Adi Wiyono saat ditemui di rumahnya di Kedungjati, Selopamioro, Imogiri, Bantul, dikutip dari Detik Jogja.

Pemilik Sempat Mengira Pedhet Lahir Normal

Adi mengaku sempat tidak menyadari adanya kelainan pada anak sapi miliknya. Pada malam kelahiran, ia melihat induk sapi beberapa kali duduk dan berdiri seperti akan melahirkan.

“Jam 00.00 WIB itu kok sapinya duduk, berdiri, duduk, berdiri dan saya pikir ini mau lahiran apa ya. Setelah itu saya tunggu sapinya dan akhirnya lahiran,” ujar Adi.

Setelah pedhet lahir, Adi masih mengira anak sapi itu dalam kondisi normal. Posisi pedhet yang berbaring membuat kaki depannya seolah tertutup tubuh.

“Saat itu saya pikir normal, karena kan seperti berbaring itu dan kalau berbaring kan kakinya ketindihan tubuhnya,” ucapnya.

Namun, dugaan itu berubah ketika anaknya menanyakan mengapa pedhet tersebut belum bisa berjalan. Setelah tubuh pedhet diangkat, barulah tampak bahwa bagian kaki depan tidak ada.

“Tahu kalau sapinya lahiran, anak saya tanya kok belum jalan ya. Setelah itu anak sapi itu diangkat anak saya dan bilang kok tidak ada kakinya ini, yang bagian depan halus ini,” kata Adi.

Harus Dibantu Saat Menyusu

Kondisi fisik tersebut membuat pedhet tidak bisa berdiri untuk menyusu langsung kepada induknya. Adi kemudian harus membantu mengangkat tubuh pedhet agar bisa mendapatkan susu.

Belakangan, ia memilih memberikan susu menggunakan dot atau botol bayi. Susu perah dibeli terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke botol agar lebih mudah diminum oleh pedhet berkaki dua tersebut.

“Ya kalau mau menyusui induknya saya angkat, karena kan kalau berdiri susah. Tapi saat ini saya belikan botol susu bayi, jadi saya beli susu peras di Barongan lalu baru saya masukkan botol dan saya minumkan ke anak sapi ini,” ujarnya.

Cara ini dilakukan agar anak sapi itu tetap mendapat asupan meski belum mampu berdiri sendiri. Hingga diberitakan, pedhet tersebut masih lebih banyak berbaring di kandang.

Belum Diberi Nama

Meski sudah menarik perhatian karena kondisinya yang langka, pedhet tersebut belum diberi nama oleh pemiliknya. Adi menyebut anak sapi itu masih berusia beberapa hari sehingga ia belum terpikir memberikan nama khusus.

“Belum ada namanya, belum kepikiran,” ucap Adi.

Untuk sementara, Adi tetap merawat pedhet tersebut di kandang miliknya. Ia mengaku akan memelihara anak sapi itu selama masih memungkinkan.

Namun, Adi juga tidak menutup kemungkinan jika ada orang yang ingin membeli pedhet unik tersebut.

“Ya kalau ada yang mau membeli ya boleh saja. Tapi kalau tidak ada yang membeli ya saya pelihara. Kalau dipelihara dan akhirnya mati ya sudah, yang penting sudah dipelihara,” katanya.

Jadi Perhatian karena Kondisinya Langka

Kelahiran pedhet berkaki dua di Imogiri ini menjadi perhatian karena kondisinya jarang terjadi. Secara fisik, anak sapi tersebut tampak seperti pedhet biasa saat berbaring. Namun, perbedaannya terlihat jelas ketika tubuhnya diangkat.

Dua kaki yang dimiliki pedhet itu berada di bagian belakang. Sementara bagian depan tubuhnya tidak memiliki kaki, sehingga membuatnya sulit menopang badan.

Kondisi inilah yang membuat pedhet tersebut harus mendapat bantuan khusus, terutama untuk menyusu dan berpindah posisi di kandang.