Andrea Kimi Antonelli mencatatkan sejarah baru dalam ajang Formula 1 (F1) setelah memastikan gelar juara dunia musim 2026. Pembalap asal Italia yang memperkuat Mercedes-AMG Petronas itu menjadi juara dunia F1 termuda sepanjang sejarah pada usia 20 tahun 68 hari.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Antonelli finis di posisi ketiga dalam Grand Prix Meksiko 2026 yang berlangsung di Autódromo Hermanos Rodríguez, Minggu (1/11/2026) waktu setempat. Balapan dimenangi Max Verstappen dari Red Bull, disusul Lewis Hamilton dari Ferrari di posisi kedua.
Hasil tersebut sudah cukup bagi Antonelli untuk memastikan gelar juara dunia pertamanya ketika musim masih menyisakan empat seri. Pembalap berusia 20 tahun itu mematahkan rekor Sebastian Vettel, yang menjadi juara dunia bersama Red Bull pada 2010 dalam usia 23 tahun 134 hari.
Keberhasilan tersebut juga menjadikan Antonelli pembalap Italia pertama yang memenangkan kejuaraan dunia F1 sejak Alberto Ascari pada 1953. Menariknya, ia mencapai prestasi itu pada musim keduanya sebagai pembalap Formula 1.
Biodata Kimi Antonelli
Andrea Kimi Antonelli lahir di Bologna, Italia, pada 25 Agustus 2006. Ia dikenal sebagai salah satu pembalap binaan Mercedes yang naik ke Formula 1 setelah menorehkan sejumlah gelar dalam kompetisi junior.
- Nama lengkap: Andrea Kimi Antonelli
- Nama populer: Kimi Antonelli
- Tempat lahir: Bologna, Italia
- Tanggal lahir: 25 Agustus 2006
- Usia saat meraih gelar dunia: 20 tahun 68 hari
- Kebangsaan: Italia
- Ayah: Marco Antonelli
- Tim F1: Mercedes-AMG Petronas
- Nomor mobil: 12
- Debut F1: Grand Prix Australia 2025
- Kemenangan F1 pertama: Grand Prix China 2026
- Gelar juara dunia F1: 2026
Lahir dari Keluarga Pembalap
Kimi Antonelli tumbuh di lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia balap. Ayahnya, Marco Antonelli, merupakan pembalap mobil sport. Latar belakang tersebut turut memperkenalkan Antonelli pada olahraga otomotif sejak usia dini.
Karier Antonelli dimulai dari karting. Kemampuannya menarik perhatian Mercedes, yang kemudian merekrutnya ke program pembinaan pembalap muda pada April 2019. Saat itu, Antonelli baru berusia 12 tahun.
Selama berkompetisi di karting, ia berhasil menjuarai FIA Karting European Championship pada 2020 dan mempertahankan gelar tersebut pada 2021. Prestasi ini menjadi modal penting sebelum ia beralih ke balapan mobil kursi tunggal.
Dominasi di Formula 4 dan Formula Regional
Antonelli mulai tampil dalam kejuaraan Formula 4 Italia pada 2021 bersama PREMA Racing. Setahun kemudian, performanya meningkat pesat dengan merebut gelar Italian Formula 4 Championship dan ADAC Formula 4 Championship pada 2022.
Dalam dua kompetisi itu, ia mencatatkan 22 kemenangan, 21 pole position, dan 27 podium. Catatan tersebut memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta muda dalam jalur pembinaan menuju Formula 1.
Kesuksesan Antonelli berlanjut pada 2023. Ia memenangkan Formula Regional Middle East Championship, kemudian merebut gelar Formula Regional European Championship by Alpine (FRECA).
Empat gelar dari dua musim kompetisi menjadi dasar bagi Mercedes untuk mempercepat perjalanan kariernya. Antonelli kemudian langsung dipromosikan ke Formula 2 pada 2024 tanpa menjalani satu musim penuh di Formula 3.
Karier Formula 2 Sebelum Debut F1
Pada musim 2024, Antonelli mengikuti FIA Formula 2 Championship bersama PREMA Racing. Ia menghadapi tantangan baru karena harus beradaptasi dengan mobil yang lebih cepat dan persaingan yang lebih ketat.
Kemenangan pertamanya datang pada Sprint Race Formula 2 Inggris di Silverstone. Ia kembali naik podium tertinggi setelah memenangkan Feature Race Formula 2 Hungaria di Hungaroring.
Antonelli menutup musim di peringkat keenam klasemen Formula 2. Kendati belum menjadi juara di kategori tersebut, pencapaiannya dianggap cukup untuk mendapatkan promosi ke Formula 1 bersama Mercedes.
Menggantikan Lewis Hamilton di Mercedes
Kesempatan Antonelli membalap di Formula 1 datang setelah Lewis Hamilton memutuskan pindah dari Mercedes ke Ferrari untuk musim 2025. Mercedes memilih Antonelli sebagai pengganti Hamilton dan memasangkannya dengan George Russell.
Antonelli menjalani debut F1 dalam Grand Prix Australia 2025 ketika berusia 18 tahun. Pada musim pertamanya, ia mencatatkan sejumlah pencapaian penting, termasuk pole position Sprint Race Grand Prix Miami 2025.
Catatan di Miami membuatnya menjadi pembalap termuda yang pernah meraih pole position dalam format balapan F1 apa pun. Ia kemudian membukukan podium Grand Prix pertamanya dengan finis ketiga pada GP Kanada 2025.
Antonelli kembali meraih podium di GP Brasil dan Las Vegas sebelum menutup musim debutnya pada posisi ketujuh klasemen pembalap dengan 150 poin. Pengalaman itu menjadi bekal penting menuju musim keduanya.
Perjalanan Kimi Antonelli Menjadi Juara Dunia F1 2026
Musim 2026 menjadi titik balik terbesar dalam karier Antonelli. Ia mengawali catatan kemenangan Grand Prix dengan menjuarai GP China di Shanghai pada 15 Maret 2026, lalu melanjutkannya dengan kemenangan di GP Jepang dan GP Miami.
Pada GP Jepang, Antonelli juga menjadi pembalap termuda yang pernah memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia Formula 1. Keunggulannya terus bertambah seiring kemenangan berikutnya di GP Kanada dan GP Monako.
Antonelli kemudian memenangkan GP Belgia, GP Italia, GP Spanyol, dan GP Amerika Serikat. Kemenangan di Monza pada 6 September 2026 menjadi salah satu momen paling menonjol karena ia berhasil naik dari posisi start ke-19 hingga finis pertama di hadapan pendukung tuan rumah.
Hingga seri Meksiko, Antonelli mengoleksi sembilan kemenangan Grand Prix pada musim 2026. Konsistensinya menghasilkan keunggulan poin yang cukup besar atas rival-rivalnya, termasuk George Russell dan Lewis Hamilton.
Dalam GP Meksiko 2026, Antonelli hanya perlu finis di sembilan besar untuk mengunci gelar tanpa bergantung pada hasil pesaing. Ia mengakhiri balapan di posisi ketiga dan memastikan kejuaraan dunia saat musim masih menyisakan GP Brasil, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi.
Pecahkan Rekor Juara Dunia Termuda F1
Keberhasilan Antonelli pada usia 20 tahun 68 hari mengubah daftar pembalap termuda yang pernah menjuarai Formula 1. Rekor sebelumnya dipegang Sebastian Vettel sejak 2010, saat pembalap Jerman tersebut memenangkan gelar pertamanya bersama Red Bull pada usia 23 tahun 134 hari.
Antonelli juga lebih muda dibandingkan Lewis Hamilton ketika meraih gelar pertama bersama McLaren pada 2008 serta Fernando Alonso saat menjadi juara dunia bersama Renault pada 2005.
Gelar ini sekaligus mengakhiri penantian Italia selama 73 tahun untuk kembali memiliki juara dunia pembalap Formula 1, setelah Alberto Ascari terakhir kali merebut gelar pada 1953.
Bagi Mercedes, keberhasilan Antonelli menjadi gelar juara dunia pembalap pertama tim tersebut sejak Lewis Hamilton menjuarai musim 2020. Prestasi itu menunjukkan hasil dari program pembinaan jangka panjang yang telah dijalani Antonelli sejak masih berusia 12 tahun.
Daftar Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Sejarah
Berikut lima pembalap termuda yang memenangkan gelar juara dunia Formula 1 berdasarkan usia ketika gelar pertama mereka dipastikan.
| Pembalap | Tahun | Usia |
|---|---|---|
| Kimi Antonelli | 2026 | 20 tahun 68 hari |
| Sebastian Vettel | 2010 | 23 tahun 134 hari |
| Lewis Hamilton | 2008 | 23 tahun 300 hari |
| Fernando Alonso | 2005 | 24 tahun 58 hari |
| Max Verstappen | 2021 | 24 tahun 73 hari |
Dengan gelar dunia yang diraih pada musim keduanya, Antonelli menorehkan tonggak baru dalam sejarah Formula 1 sekaligus melanjutkan tradisi kemenangan Mercedes di kejuaraan dunia pembalap.







