— Rocky Gerung resmi masuk dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Akademisi dan pengamat politik tersebut menjadi salah satu dari tokoh yang mendapat tugas dalam lembaga penasihat Presiden.

Nama Rocky sebelumnya sudah lama dikenal publik melalui aktivitasnya di bidang akademik, diskusi publik, serta berbagai pernyataan mengenai politik dan kehidupan bernegara. Kehadirannya di Istana sebelum prosesi pelantikan juga menarik perhatian setelah ia menyebut agenda tersebut sebagai “radical break” ketika ditanya awak media mengenai kedatangannya.

Perjalanan Pendidikan Rocky Gerung

Rocky Gerung lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia dengan mengambil bidang Ilmu Filsafat. Data Alumni Universitas Indonesia mencatat Rocky Gerung sebagai lulusan S1 FS tahun 1986 dan mencantumkan profesinya sebagai akademisi.

Pendidikan filsafat kemudian menjadi salah satu dasar perjalanan Rocky dalam dunia akademik. Bidang tersebut membentuk latar belakangnya sebagai pengajar dan pemikir yang kerap membahas persoalan sosial, politik, kebudayaan, hingga demokrasi.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Rocky aktif sebagai pengajar di lingkungan Universitas Indonesia. Namanya juga tercatat dalam sejumlah kegiatan akademik FIB UI. Dalam salah satu publikasi UI, Rocky disebut sebagai dosen filsafat yang menjadi pembicara dalam diskusi mengenai Kurikulum 2013.

Aktivitas Rocky Di Dunia Akademik

Perjalanan Rocky sebagai akademisi tidak hanya berlangsung melalui kegiatan mengajar. Ia juga terlibat dalam berbagai forum yang membahas filsafat, politik, pendidikan, dan persoalan sosial.

Di lingkungan kampus, pemikiran Rocky dikenal melalui pendekatan filsafat dan kritik terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Sejumlah karya akademik mahasiswa UI juga menunjukkan keterlibatannya sebagai pembimbing dalam penelitian atau skripsi di bidang filsafat.

Pengalaman tersebut turut membentuk identitas Rocky sebagai sosok yang tidak hanya beraktivitas di ruang kelas, tetapi juga aktif dalam diskusi publik. Dalam perkembangannya, ia semakin sering muncul dalam berbagai forum yang membahas isu politik nasional.

Kiprah Rocky Sebagai Pengamat Politik

Selain latar belakang akademik, Rocky Gerung dikenal luas sebagai pengamat politik. Ia kerap menyampaikan pandangan mengenai kebijakan pemerintah, demokrasi, politik, serta dinamika kehidupan bernegara.

Pernyataannya dalam berbagai forum sering menjadi perhatian karena disampaikan dengan pendekatan argumentatif yang berangkat dari perspektif filsafat. Perdebatan mengenai pandangan Rocky kemudian membuat namanya semakin dikenal di ruang publik.

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitasnya juga mencakup diskusi mengenai demokrasi dan persoalan sosial. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI, misalnya, pernah memuat kegiatan diskusi yang menghadirkan Rocky sebagai pembicara dalam pembahasan mengenai peran perempuan dan anak muda dalam politik.

Rocky Gerung Kini Menjadi Anggota Wantimpres

Pelantikan pada 2 Oktober 2026 menandai masuknya Rocky Gerung ke dalam struktur Wantimpres pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik bersama tokoh-tokoh lain yang mengisi jajaran lembaga tersebut.

Dalam struktur yang dilantik, Pratikno dipercaya menjadi Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, sedangkan Muhammad Qodari menduduki posisi Sekretaris.

Dengan latar belakang sebagai akademisi dan pengamat politik, Rocky kini menjalankan peran baru sebagai bagian dari lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden. Posisi tersebut menempatkan pengalaman dan pandangan yang selama ini ia sampaikan di ruang publik ke dalam lingkungan kelembagaan pemerintahan.