TOPIK.ID — JAKARTA – Nama Hatta Rajasa kembali masuk dalam jajaran pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Dalam susunan Wantimpres yang baru, Hatta mendampingi Pratikno yang ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres. Prosesi pelantikan berlangsung pada Jumat sore dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.
Sebelum pelantikan, Hatta mengungkapkan bahwa tawaran untuk menjadi Wakil Ketua Wantimpres diterimanya sekitar dua hari sebelumnya melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Menurut Hatta, Prasetyo menyampaikan pesan Presiden Prabowo mengenai kesediaannya mengemban jabatan tersebut. Pada Jumat pagi sebelum pelantikan, Hatta kemudian dihubungi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk menghadiri agenda di Istana.
Kembalinya Hatta ke lingkaran pemerintahan membuat rekam jejak politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut kembali menjadi perhatian. Pasalnya, Hatta bukan nama baru dalam pemerintahan Indonesia. Ia pernah menduduki empat posisi menteri dalam rentang pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Profil Hatta Rajasa
Hatta Rajasa memiliki nama lengkap Muhammad Hatta Rajasa. Ia lahir pada 18 Desember 1953 dan dikenal sebagai politikus serta birokrat yang berkiprah di pemerintahan sejak awal era Reformasi.
Hatta merupakan alumnus Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1973. ITB mencatat Hatta sebagai salah satu alumnus yang kemudian memainkan peran dalam sejumlah kebijakan publik nasional.
Pada 25 November 2019, ITB menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Hatta atas kontribusinya terhadap pengembangan kebijakan publik di Indonesia.
Penganugerahan tersebut antara lain dikaitkan dengan kebijakan yang dibuat Hatta ketika menduduki berbagai posisi di pemerintahan, terutama terkait upaya meningkatkan konektivitas nasional.
Empat Kali Duduk di Kursi Menteri
Karier Hatta Rajasa di pemerintahan berlangsung lintas kabinet dan presiden.
Ia pertama kali masuk jajaran kabinet sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada periode 2001–2004.
Posisi tersebut diembannya pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Setelah Susilo Bambang Yudhoyono terpilih menjadi presiden, Hatta kembali dipercaya masuk kabinet. Ia menjabat sebagai Menteri Perhubungan pada 2004–2007.
Kariernya kemudian berlanjut dengan menduduki jabatan Menteri Sekretaris Negara pada 2007–2009.
Pada Kabinet Indonesia Bersatu II, Hatta memperoleh posisi yang lebih strategis sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian periode 2009–2014.
Dengan demikian, Hatta memiliki pengalaman panjang menangani sejumlah sektor berbeda, mulai dari riset dan teknologi, transportasi, administrasi pemerintahan hingga kebijakan ekonomi nasional.
Salah Satu Pendiri PAN
Di dunia politik, Hatta Rajasa memiliki perjalanan panjang bersama Partai Amanat Nasional.
PAN mencatat Hatta sebagai salah satu dari 50 tokoh pendiri PAN pada masa awal Reformasi. Namanya tercatat bersama Amien Rais, Faisal Basri, Goenawan Mohamad, Rizal Ramli, Emil Salim hingga A.M. Fatwa dalam sejarah pendirian partai tersebut.
PAN dideklarasikan pada 23 Agustus 1998 di Istora Senayan, Jakarta.
Karier Hatta di internal PAN kemudian terus meningkat hingga akhirnya menjadi Ketua Umum PAN periode 2010–2015.
Saat ini Hatta masih memiliki posisi di struktur partai. Dalam kegiatan PAN pada 2026, ia tercatat menjabat sebagai Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP) PAN.
Pernah Maju sebagai Cawapres
Nama Hatta Rajasa juga pernah berada dalam kontestasi politik nasional ketika maju dalam Pemilihan Presiden 2014.
Saat itu Hatta menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Pasangan Prabowo-Hatta berhadapan dengan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014.
Lebih dari satu dekade kemudian, Hatta kini kembali bekerja bersama Prabowo dalam kapasitas berbeda setelah dipercaya menjadi Wakil Ketua Wantimpres.
Tugas Baru sebagai Wakil Ketua Wantimpres
Sebagai Wakil Ketua Wantimpres, Hatta akan berada dalam lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara.
Berdasarkan penjelasan resmi Wantimpres, lembaga tersebut berkedudukan di bawah Presiden dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Nasihat dan pertimbangan dapat diberikan baik atas permintaan Presiden maupun atas inisiatif Wantimpres. Wantimpres juga dapat memberikan masukan secara perorangan maupun sebagai satu kesatuan dewan.
Pelantikan pada 2 Oktober 2026 menandai babak baru perjalanan Hatta Rajasa di pemerintahan. Setelah sebelumnya mengisi sejumlah kursi kementerian dan pernah mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2014, politikus senior PAN tersebut kini mendapat tugas sebagai Wakil Ketua Wantimpres di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
