TOPIK.ID — Dato’ Sri Tahir menjadi salah satu nama yang masuk dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik bersama anggota Wantimpres lainnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Sebelum mendapatkan posisi di lingkungan pemerintahan, Tahir lebih dahulu dikenal sebagai pengusaha nasional melalui Mayapada Group. Perjalanan bisnisnya berkembang di berbagai sektor, mulai dari jasa keuangan, kesehatan, properti hingga media. Di luar aktivitas bisnis, Tahir juga menjalankan berbagai kegiatan sosial melalui Tahir Foundation.
Awal Perjalanan Dato’ Sri Tahir
Dato’ Sri Tahir lahir di Surabaya pada 26 Maret 1952 dengan nama Tahir. Ia kemudian membangun perjalanan profesionalnya melalui dunia usaha dan mengembangkan bisnis yang pada akhirnya berada di bawah naungan Mayapada Group.
Tahir tercatat sebagai pendiri sekaligus Chairman dan CEO Mayapada Group. Ia juga merupakan pendiri serta pemegang saham pengendali PT Bank Mayapada Internasional Tbk.
Perkembangan bisnis tersebut membuat namanya dikenal sebagai salah satu pengusaha Indonesia yang memiliki kegiatan usaha di sejumlah bidang. Mayapada Group tidak hanya bergerak dalam sektor keuangan, tetapi juga memiliki lini usaha yang berkaitan dengan kesehatan, properti, media dan bisnis lainnya.
Riwayat Pendidikan Tahir
Di bidang pendidikan, Tahir menempuh pendidikan sarjana di Nanyang University dan menyelesaikannya pada 1976. Setelah itu, ia melanjutkan studi bisnis di Golden Gate University.
Tahir kemudian memperoleh gelar Master of Business Administration atau MBA dari Golden Gate University pada 1987. Pendidikan formalnya tidak berhenti di bidang bisnis karena ia kembali melanjutkan studi untuk mendalami kebijakan publik.
Pada 2019, Tahir menyelesaikan pendidikan doktoral bidang Studi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada. Latar pendidikan tersebut melengkapi pengalamannya yang sebelumnya lebih banyak dibangun melalui aktivitas usaha.
Bisnis Mayapada Group Terus Berkembang
Karier bisnis Tahir mulai berkembang sejak awal dekade 1980-an. Dalam perjalanan tersebut, ia memiliki pengalaman di sejumlah sektor, termasuk perbankan, tekstil dan otomotif.
Seiring pertumbuhan usaha, Mayapada Group memperluas cakupan bisnisnya. Kelompok usaha tersebut kemudian memiliki kegiatan di sektor perbankan, asuransi, pelayanan kesehatan, ritel, properti dan media.
Bank Mayapada menjadi salah satu entitas yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan bisnis Tahir. Ia tercatat sebagai pendiri dan pemegang saham pengendali bank tersebut. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham pada 2 Januari 2025, Tahir kembali dipercaya sebagai Komisaris Utama Bank Mayapada.
Tahir Dan Aktivitas Filantropi
Selain membangun bisnis, Tahir juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Tahir Foundation. Yayasan tersebut menjalankan berbagai kegiatan yang berfokus pada peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.
Aktivitas filantropinya antara lain diarahkan kepada masyarakat yang menghadapi keterbatasan dalam memperoleh layanan dasar. Program sosial tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan Tahir di luar aktivitas perusahaan.
Pada masa pandemi Covid-19 pada 2020, Tahir tercatat memberikan bantuan senilai Rp52 miliar kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut disalurkan dalam berbagai bentuk, termasuk uang tunai, voucher belanja dan alat kesehatan.
Setahun berikutnya, Tahir Foundation juga memberikan donasi sebesar Rp10 miliar untuk mendukung respons kemanusiaan UNICEF di Afghanistan.
Tahir Masuk Jajaran Wantimpres
Pelantikan sebagai anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menandai babak baru dalam perjalanan Tahir yang selama ini lebih dikenal melalui dunia usaha dan filantropi.
Kini, Tahir menjadi bagian dari lembaga yang berada dalam lingkungan kepresidenan tersebut bersama sejumlah tokoh lainnya. Kehadirannya membawa latar belakang panjang dari sektor bisnis dan kegiatan sosial ke dalam jajaran Wantimpres pemerintahan Prabowo Subianto.
