Topik.id — Jose Mourinho mengawali kiprahnya sebagai pelatih Real Madrid dengan hasil sempurna di La Liga 2026/2027. Tiga kemenangan beruntun menjadi modal awal yang memperlihatkan perubahan signifikan di tubuh Los Blancos.
Madrid kini tampak memiliki energi baru setelah beberapa musim terakhir kesulitan mengimbangi Barcelona. Sejumlah pemain yang sebelumnya tampil kurang maksimal juga mulai menemukan kembali performa terbaiknya di bawah arahan Mourinho.
Jude Bellingham menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam perubahan ini. Gelandang asal Inggris tersebut kembali menunjukkan karakter serbabisa seperti saat pertama kali tiba di Spanyol, mencetak dua gol dan bermain penuh energi dalam tiga pertandingan awal musim. Penampilannya bahkan mendapatkan apresiasi khusus dari publik Bernabeu ketika menghadapi Malaga.
Mourinho dinilai memberikan ruang lebih besar bagi Bellingham untuk mengekspresikan kemampuannya. Kebebasan tersebut membuat sang gelandang kembali terlihat sebagai pemain yang mampu memberi pengaruh di berbagai area permainan.
Perubahan serupa terlihat pada Federico Valverde, yang sempat menjadi salah satu persoalan Madrid musim lalu. Saat berduet dengan Bernardo Silva, Valverde tidak perlu menjelajah area seluas sebelumnya. Duetnya bersama Eduardo Camavinga juga memungkinkannya bermain lebih bebas.
Salah satu perubahan positif lainnya terlihat pada sektor bek sayap. Denzel Dumfries dan Trent Alexander-Arnold memberikan kualitas berbeda di sisi kanan, dengan Dumfries mengandalkan kekuatan fisik dan Alexander-Arnold menawarkan keahlian bermain.
Kehadiran keduanya memberikan solusi atas persoalan yang sempat menghantui Madrid di posisi tersebut pada musim lalu. Di sisi kiri, Marc Cucurella juga mampu menunjukkan kualitasnya dengan cepat sejak awal musim.
Perubahan tidak hanya terlihat dari komposisi pemain, tetapi juga sikap seluruh tim. Real Madrid kini memperlihatkan mentalitas yang berbeda, baik ketika sedang unggul maupun saat menghadapi periode sulit dalam pertandingan.
Sikap apatis yang sempat muncul musim lalu mulai menghilang. Frustrasi Bellingham ketika permainan Madrid menurun saat melawan Malaga menjadi gambaran bahwa standar internal tim kini kembali meningkat.
Perubahan tersebut turut berdampak pada hubungan Madrid dengan pendukungnya. Publik Bernabeu tidak ingin kembali melihat situasi dua musim terakhir, sementara Mourinho dan para pemain memberikan respons positif melalui performa mereka.
Tiga kemenangan beruntun di awal La Liga menjadi bukti awal bahwa perubahan tersebut mulai menghasilkan dampak. Mourinho kini memiliki tugas untuk menjaga momentum tersebut sekaligus membuktikan bahwa kebangkitan Madrid bukan sekadar efek awal kedatangan pelatih baru.
