TOPIK.ID — Nilai tukar rupiah di pasar spot menunjukkan performa mengesankan hingga penutupan perdagangan pada Rabu, 9 September 2026. Rupiah berhasil ditutup pada level Rp 17.511 per dolar Amerika Serikat (AS), menandai penguatan signifikan sebesar 0,69% dari posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di angka Rp 17.632 per dolar AS.
Dengan penguatan ini, rupiah memantapkan posisinya sebagai mata uang dengan apresiasi terbesar di kawasan Asia pada hari tersebut. Performa solid rupiah ini mengungguli mata uang regional lainnya yang juga menunjukkan tren penguatan.
Hingga pukul 15.00 WIB, mayoritas mata uang Asia tercatat menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang berada di urutan kedua terkuat setelah menguat 0,57%. Won Korea Selatan menyusul dengan kenaikan 0,36%, sementara baht Thailand terapresiasi 0,21%.
Peso Filipina yang perdagangannya telah ditutup juga mencatat penguatan 0,19%. Dolar Taiwan dan dolar Singapura turut menguat masing-masing sebesar 0,16% dan 0,09%. Yuan China mencatat penguatan tipis sebesar 0,02%.
Di sisi lain, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia, terkoreksi 0,62%. Ringgit Malaysia juga mengalami pelemahan sebesar 0,13%, diikuti oleh dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,01% terhadap dolar AS.
Ikuti TOPIK.ID
