Nasional

Siklon Tropis ARNAB Tak Berdampak ke RI, BMKG Ingatkan Hujan Lebat Sepekan ke Depan

BMKG menyebut Siklon Tropis Arnab tak berdampak langsung ke Indonesia, tetapi hujan lebat masih berpotensi terjadi hingga 2 November.

Siklon Tropis ARNAB Tak Berdampak ke RI, BMKG Ingatkan Hujan Lebat Sepekan ke Depan
Siklon Tropis ARNAB (Sumber: BMKG)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Siklon Tropis Arnab di Teluk Benggala tidak berdampak langsung pada cuaca maupun gelombang laut Indonesia. Meski demikian, BMKG meminta masyarakat mewaspadai hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah daerah selama periode 27 Oktober–2 November 2026.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan hujan deras yang terjadi di Aceh dan Sumatra Utara bukan dampak langsung siklon Arnab, melainkan terkait dinamika atmosfer lain, termasuk sirkulasi siklonik di Laut Andaman, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), dan Gelombang Rossby Ekuatorial.

Siklon Arnab bergerak menjauhi Indonesia

Menurut BMKG, Siklon Tropis Arnab terbentuk pada 26 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB dari bibit siklon tropis 98B yang sudah dipantau sejak 19 Oktober di sekitar Laut Andaman.

Dalam analisis 27 Oktober pukul 07.00 WIB, pusat siklon berada di 16,0 derajat Lintang Utara dan 84,8 derajat Bujur Timur, di luar wilayah pemantauan TCWC Jakarta. Kecepatan angin maksimumnya dilaporkan mencapai 90 knot atau sekitar 166 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 968 hPa.

Sistem diprakirakan bergerak ke arah barat hingga barat laut menuju daratan India dan mulai melemah setelah mendekati daratan. BMKG tetap memantau perkembangan melalui pengamatan, citra satelit, dan pemodelan cuaca.

Hujan ekstrem di Aceh dan Sumatra Utara

BMKG mencatat hujan berintensitas tinggi di sebagian Aceh dan Sumatra Utara dalam beberapa hari sebelum 27 Oktober. Pada 25 Oktober, Pos Hujan Kluet Tengah di Aceh Selatan mencatat curah hujan 187 milimeter, sedangkan Pos Hujan Lobu Rampah di Labuhanbatu Utara mencatat 103 milimeter.

Menurut BMKG, hujan tersebut berkaitan dengan dinamika atmosfer regional, bukan pengaruh langsung Siklon Tropis Arnab. Sirkulasi siklonik di Laut Andaman sebelah utara Aceh dapat membentuk daerah pertemuan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Daftar wilayah siaga hujan lebat hingga 2 November

BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat untuk sejumlah provinsi. Daftar berikut merangkum wilayah dengan status siaga dalam periode yang diumumkan.

PeriodeWilayahPotensi cuaca
27–29 Oktober 2026Sumatra UtaraHujan lebat–sangat lebat
27–29 Oktober 2026Sumatra SelatanHujan lebat–sangat lebat
27–29 Oktober 2026Jawa BaratHujan lebat–sangat lebat
27–29 Oktober 2026Jawa TengahHujan lebat–sangat lebat
27–29 Oktober 2026DI YogyakartaHujan lebat–sangat lebat
27–29 Oktober 2026Jawa TimurHujan lebat–sangat lebat
30 Oktober–2 November 2026Kalimantan BaratHujan lebat–sangat lebat

Selain itu, masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat diminta tetap memperhatikan perkembangan potensi hujan lebat dan angin kencang. Prakiraan tersebut tidak berarti seluruh area dalam satu provinsi akan mengalami hujan dengan intensitas sama secara bersamaan.

Dinamika atmosfer masih mendukung pertumbuhan awan hujan

Selain sirkulasi siklonik di Laut Andaman, BMKG memantau MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Kelvin yang dapat meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

BMKG memperkirakan sebagian besar Sumatra bagian utara telah memasuki musim hujan. Pada dasarian pertama November 2026, sekitar 77,72 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 50–150 milimeter per dasarian.

BMKG imbau masyarakat pantau peringatan dini

BMKG meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan banjir, genangan, tanah longsor, dan gangguan aktivitas akibat hujan berintensitas tinggi serta angin kencang. Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana perlu mengikuti informasi dan arahan petugas setempat.

Informasi cuaca dan peringatan dini terbaru dapat diperoleh melalui situs resmi BMKG serta aplikasi InfoBMKG. Meski Siklon Tropis Arnab tidak memberikan dampak langsung berdasarkan analisis 27 Oktober, potensi hujan lebat di sejumlah wilayah tetap perlu diwaspadai hingga awal November 2026.