Estimasi harga swab test dan polemik masker SNI

BPKP telah memberikan estimasi harga. Untuk yang sifatnya kontraktual itu sebesar Rp 439 ribu per spesimen.

Editor: Hendrik Syah
Bagikan:
Doni Monardo, Ketua Satgas Covid-19 | topik.id
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Doni Monardo mengutarakan pihaknya telah menerima rincian perkiraan biaya uji usap atau swab test dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

"BPKP telah memberikan estimasi harga. Untuk yang sifatnya kontraktual itu sebesar Rp439 ribu per spesimen, sedangkan untuk yang sifatnya mandiri, usulan dari BPKP adalah sebesar Rp797 ribu," kata Doni Monardo kepada wartawan dalam keterangan pers yang disampaikan secara daring, Senin (28/9) siang kemarin.

Lanjut Doni, biaya itu masih akan dievaluasi oleh tim dari Kementerian Kesehatan sehingga tidak memberatkan masyarakat tetapi juga tidak merugikan para pengusaha yang bergerak di bidang jasa pemeriksaan laboratorium.

Polemik Masker Standart Nasional Indonesia (SNI)

Doni Monardo mengungkapkan bahwa pemerintah akan membuat standarisasi masker untuk daerah dengan risiko penularan Covid-19 yang tinggi.

Doni menekankan bahwa semua masker berguna, namun menurutnya bagi daerah-daerah yang zona merah lantas risiko penularannya tinggi perlu dibuatkan sebuah standarisasi masker SNI.

"Semuanya (masker) berguna, tidak ada masker yang tidak berguna. Namun, bagi daerah-daerah yang zona merah lantas risiko penularannya tinggi perlu kita buatkan sebuah standarisasi," ungkap Doni menjawab pertanyaan wartawan mengenai masker Standar Nasional Indonesia atau SNI.

Tim dari Satgas Covid-19 dan tim pakar bersama beberapa perusahaan telah berhasil membuat masker produksi lokal dengan standar filter yang cukup tinggi, yaitu antara 70-80 persen.

"Ini sudah mendapatkan rekomendasi dari BPPT dan juga standar dari Jerman. Kita akan coba untuk kembangkan terus sehingga nantinya kualitas masker yang digunakan oleh masyarakat semakin baik," tegas Ketua Satgas.

Doni juga menghimbau agar masyarakat di daerah dengan risiko penularan tinggi terutama zona merah untuk menggunakan masker standar yang berkualitas sehingga risiko penularan kecil. (Skb)
Bagikan:
Komentar

Terbaru