Kasus Covid-19 relatif menurun, PPKM Mikro tetap diperpanjang

Penerapan PPKM Mikro Tahap IV yang akan dilaksanakan hingga 5 April ini juga diperluas dari yang sebelumnya 10 provinsi menjadi 15 provinsi.

Editor: Dharma Putra
Share:
cover virus corona | topik.id
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengutarakan kasus Covid-19 harian relatif menurun, sebagai dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dan vaksinasi massal yang sudah berjalan sejak 13 Januari lalu. 

Kendati demikian, Presiden Jokowi meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk tidak lengah dan tetap waspada. 

"Saya juga mengingatkan para kepala daerah bahwa penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi wilayah harus berjalan beriringan secara seimbang. Apabila penyebaran pandemi sudah relatif terkendali, secara perlahan kita fokus kepada pembukaan sektor ekonomi," jelas Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia di Istana Negara, Jumat (26/3/2021). 

Presiden Jokowi juga meminta para bupati di seluruh Indonesia untuk mengawal secara cermat program vaksinasi massal di daerah. Mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia, perlu ada prioritas pemberian vaksin. 

"Seperti saat ini, selepas vaksinasi untuk tenaga kesehatan selesai, prioritas selanjutnya diberikan ke titik-titik padat interaksi dan mobilitas seperti pekerja dan pelayan publik di pasar, terminal, pelabuhan, bandara, dan lainnya," jelasnya.

PPKM Mikro tetap diperpanjang.

Guna menjaga tingkat pengendalian kasus dan meningkatkan efektivitas pengendalian COVID-19 di tingkat nasional, pemerintah telah memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) sejak tanggal 23 Maret lalu.

Penerapan PPKM Mikro Tahap IV yang akan dilaksanakan hingga 5 April ini juga diperluas dari yang sebelumnya 10 provinsi menjadi 15 provinsi. Kelima belas provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pelaksanaan PPKM Mikro ini akan terus ditingkatkan untuk mengefektifkan upaya pengendalian pandemi.

"Ke depan tentu kita akan terus tingkatkan, dan tadi Arahan Bapak Presiden kriterianya diperketat. Jadi nanti sesudah tanggal 5 April kita akan memperketat kriteria dari PPKM Mikro ini," ujarnya dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi COVID-19 dan Tindak Lanjut Program Vaksinasi, Jumat (26/03/2021), di Jakarta.

Lanjut Airlangga, cakupan PPKM Mikro juga akan diperluas sesuai dengan parameter-parameter yang ada. "Arahan Bapak Presiden, PPKM mikro ini akan terus ditambahkan kewilayahannya. Jadi sesudah nanti tanggal 5 April, kita akan menambahkan lima provinsi lagi berdasarkan data-data yang ada," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, ungkap Ketua KPCPEN, juga dipaparkan mengenai perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Per 25 Maret 2021, tingkat kasus aktif nasional adalah 8,45 persen, lebih baik dari rata-rata dunia yang mencapai 17,06 persen.

Sementara tingkat kesembuhan 88,8 persen, juga lebih baik dari tingkat kesembuhan global yang tercatat sebesar 80,74 persen. Untuk tingkat kematian sebesar 2,7 persen, sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia yang berada di angka 2,2 persen. 
Share:
Komentar

Terbaru