Kenapa tidak ada Hari Cut Nyak Dhien?

Wacana peringatan Hari Cut Nyak Dhien bisa menjadi pertimbangan untuk segera diperjuangkan oleh segenap perwakilan Aceh di tingkat nasional.

Editor: Hendrik Syah
Share:
Cut Nyak Dhien
Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, mempertanyakan kepada pemerintah pusat, mengapa tidak menetapkan suatu hari besar nasional untuk memperingati jasa - jasa besar kepahlawanan Cut Nyak Dhien dalam perjuangan dan pengorbanannya yang luar biasa untuk memerdekakan bangsa ini.

Hal itu dilontarkan aktivis yang sangat mengidolakan Cut Nyak Dhien itu, agar pemerintah pusat lebih menghargai jasa perjuangan Cut Nyak Dhien dalam bentuk yang lebih nyata lagi tanpa diskriminasi, bahkan agar hal itu dapat dikenang masyarakat dunia yang mengaguminya setiap tahunnya.

"Sejarah membuktikan perjuangan luar biasa Cut Nyak Dhien mengusir penjajah tanpa kompromi, bahkan dunia mengakui ketangguhannya memimpin peperangan yang melebihi laki-laki di medan perang, tapi mengapa tidak ditetapkan hari besar untuk memperingati jasa dan pengorbanannya itu," kata Ronny, Rabu (21/42021).

Ronny menuturkan, sudah saatnya pemerintah pusat menetapkan hari besar untuk memperingati nilai-nilai perjuangan seorang perempuan Aceh yang sangat luar biasa dan sangat mencintai bangsanya itu, agar dapat menjadi inspirasi bagi setiap generasi bangsa di masa depan.

"Beliau bukan hanya berkorban harta dan jiwa raganya saja, tapi keluarga dan orang dekatnya juga gugur dalam peperangan untuk memerdekakan suatu bangsa, jadi sudah pantaslah jasanya dikenang dalam bentuk yang lebih nyata lagi, agar menjadi inspirasi bagi generasi segala bangsa di dunia ini," tukas putera Idi Rayeuk berdarah Aceh Minang  itu.

Ketua Setwil. Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu berharap wacana peringatan Hari Cut Nyak Dhien bisa menjadi pertimbangan untuk segera diperjuangkan oleh segenap perwakilan Aceh di tingkat nasional maupun daerah,dan tentunya dengan dukungan seluruh masyarakat di negeri ini, mengingat Aceh merupakan daerah modal kemerdekaan RI.

"Tidak ada salahnya perwakilan Aceh seperti DPR RI memikirkannya, DPRA - DPRK juga mungkin bisa setidaknya membahas di tingkat Aceh untuk mendorong pemerintah pusat, dan tentunya dengan dukungan masyarakat, kalau bisa tahun depan sudah jadi, Aceh ini kan daerah modal kemerdekaan, masak gitu aja enggak boleh," ujar aktivis yang dikenal fokus dengan isu -isu sosial di Aceh itu, terutama soal kemiskinan, pengangguran, demokrasi dan hak asasi manusia.

Menurut Ronny peringatan Hari Cut Nyak Dhien itu sangat perlu untuk menumbuhkan nilai - nilai positif serta nilai nilai kepahlawanan dalam diri  setiap generasi bangsa.

"Nilai-nilai perjuangan Cut Nyak Dhien ini menurut saya sangat beda, karena beliau  itu punya kharakter yang sangat kuat, pantang menyerah dan tidak kenal kompromi dengan penjajah, kecintaan beliau kepada bangsa dan agamanya juga tidak bisa dibeli, bahkan ia sangat membenci pengkhianatan, bukankah  hal ini sangat bernilai bagi generasi masa kini, agar menjadi pedoman perjuangan hidupnya dan membebaskan orang lain dari segala bentuk penindasan, bebas dari belenggu kemiskinan dan pembodohan," tegasnya.

Dia menggambarkan watak bangsa saat ini penuh dengan kekacauan, yang diliputi sifat egois, individualistis dan serakah, sangat jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan kepahlawanan sejati.

"Lihat saja  laki-laki dan perempuan zaman sekarang ini, malah sibuk goyang tiktok, game, sabu, seperti tak mengenal identitas bangsanya sendiri, mereka sibuk dengan tik- tok, game dan sabu, sedangkan elitnya sibuk korupsi, dan yang terus berkembang di masyarakat hanyalah watak egois, individualistis dan serakah yang terus-menerus menggerogoti negeri ini, enggak lama lagi hancur negeri kalau begini," pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.
Share:
Komentar

Terbaru