Microsoft, Meta dan Amazon rilis platform peta seperti Google Maps

Hardi Muttaqin

Microsoft, Meta dan Amazon berkolaborasi untuk menciptakan platform peta yang dapat bersaing dengan dominasi Google Maps.

logo overturemap.org 
Berbicara tentang peta digital, Google Maps telah menjadi nama yang tak terelakkan. Namun, sepertinya persaingan dalam dunia teknologi tidak pernah berakhir, bahkan di sektor yang tampaknya sudah mapan seperti ini. 

Dalam upaya untuk merebut pasar dan memberikan pengalaman yang lebih canggih dan revolusioner, raksasa teknologi Microsoft, Meta (sebelumnya dikenal sebagai Facebook), dan Amazon serta TomTom, telah bergabung dalam kolaborasi ambisius untuk menciptakan platform peta yang dapat bersaing dengan dominasi Google Maps.

Platform itu telah rilis di bawah Overture Maps Foundation (OMF), sebuah upaya kolaboratif untuk mengaktifkan produk peta terbuka yang dapat dioperasikan saat ini dan generasi mendatang, hari ini mengumumkan perilisan kumpulan data peta terbuka pertamanya, Rabu (26/7/2023) waktu setempat. 

Seperti penelusuran topik.id, Kamis (27/7/2023) dari laman resmi overturemaps.org sistem itu dirilis tonggak Overture 2023-07-26-alpha.0 mencakup empat lapisan data unik: Tempat Menarik (POI), Bangunan, Jaringan Transportasi, dan Batas Administratif. 

Lapisan ini, yang menggabungkan berbagai sumber data peta terbuka, telah divalidasi dan digabungkan melalui serangkaian pemeriksaan kualitas, dan dirilis dalam skema data Overture Maps yang dirilis untuk umum pada Juni 2023. 

Direktur eksekutif Overture Maps Foundation, Marc Prioleau mengungkapkan sebagai langkah signifikan dalam membangun dataset peta terbuka tingkat pasar yang komprehensif untuk dunia yang terus berubah.
"Rilis Overture 2023-07-26-alpha.0 adalah langkah signifikan dalam membangun dataset peta terbuka tingkat pasar yang komprehensif untuk dunia kita yang terus berubah. Dataset Places, khususnya, mewakili dataset terbuka utama yang sebelumnya tidak tersedia, dengan potensi untuk memetakan segala sesuatu mulai dari bisnis baru besar dan kecil hingga pasar jalanan pop-up yang berlokasi di mana saja di dunia," jelas Marc Prioleau, direktur eksekutif Overture Maps Foundation. 
Marc juga mengutarakan siapa pun yang bekerja di bidang pemetaan tahu bahwa data awal hanyalah permulaan, tantangan berkelanjutan terletak pada pemeliharaan data di tengah perubahan konstan untuk memenuhi harapan pengguna

"Siapa pun yang bekerja di bidang pemetaan tahu bahwa data awal hanyalah permulaan, tantangan berkelanjutan terletak pada pemeliharaan data di tengah perubahan konstan untuk memenuhi harapan pengguna. Rencana Overture untuk membangun kolaborasi luas yang dapat membangun dan memelihara basis data POI yang komprehensif dan terkini," jelasnya kembali.

Seperti diketahui, Overture Maps Foundation didirikan pada Desember 2022 oleh Amazon Web Services (AWS), Meta, Microsoft, dan TomTom, Overture saat ini mencakup lebih dari selusin perusahaan pemetaan, geospasial, dan teknologi, termasuk anggota baru ESRI, Cyient, InfraMappa, Nomoko, Precisely, PTV Group, SafeGraph, Sanborn, dan Sparkgeo. 

Kolaborasi ini didasarkan pada premis bahwa data peta perlu menjadi aset bersama untuk mendukung aplikasi di masa mendatang. Karena persyaratan untuk akurasi, kebaruan, dan atribusi dalam peta telah berkembang untuk memenuhi kebutuhan pengguna, biaya dan kompleksitas pengumpulan dan pemeliharaan data peta global telah berkembang melampaui kemampuan organisasi mana pun. 

Dataset Places mencakup data lebih dari 59 juta tempat di seluruh dunia dan akan menjadi elemen dasar navigasi, pencarian lokal, dan banyak aplikasi berbasis lokasi lainnya. Kumpulan data tersedia untuk diunduh di https://overturemaps.org/download/.

Sementara itu, Google Maps sejak peluncurannya pada tahun 2005, Google Maps telah menjadi pilihan utama bagi jutaan pengguna di seluruh dunia. 

Google Maps menawarkan peta yang akurat, informasi lalu lintas yang real-time, panduan arah, serta fitur-fitur menarik seperti penilaian bisnis lokal dan ulasan, Google Maps juga menghadirkan pengalaman navigasi yang tak tertandingi. 

Kemampuannya untuk terus berkembang dengan fitur-fitur inovatif dan integrasi yang menyeluruh menjadikannya sebagai pemimpin di antara aplikasi peta digital.

Meskipun Google Maps telah menjadi pilihan dominan selama bertahun-tahun, persaingan sehat ini akan mendorong inovasi lebih lanjut dan memberikan pengalaman yang semakin baik bagi pengguna di seluruh dunia.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
Digilife Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks