Terungkap! Pemerintah AS mulai gunakan AI untuk keamanan siber

Hendrik Syahputra

Hal ini diungkapkan di laman resmi Newsroom NVIDIA, salah satu perusahaan perangkat untuk mendukung sistem kinerja AI.

Bendera Amerika Serikat | cover: topik.id
Ancaman terhadap keamanan siber menjadi semakin nyata dan kompleks. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memutuskan untuk memanfaatkan kekuatan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sebagai alat utama dalam ilmu iklim, layanan kesehatan termasuk keamanan siber.

Merujuk dari laman resmi  Newsroom NVIDIA, salah satu perusahaan perangkat untuk mendukung sistem kinerja AI, NVIDIA membeberkan inisiatif superkomputer muncul ketika Gedung Putih baru-baru ini mengumumkan rencana , termasuk NVIDIA, untuk kemitraan senilai $110 juta guna membantu universitas mengajarkan keterampilan AI.
"Untuk mendukung perintah eksekutif Presiden Biden mengenai AI, pemerintah AS akan menggunakan NVIDIA DGX SuperPOD untuk menghasilkan kemajuan AI generatif dalam ilmu iklim, layanan kesehatan, dan keamanan siber," keterangan resmi di laman NVIDIA yang dikutip topik.id, Jumat (10/5/2024).
Perintah eksekutif tersebut, yang dikeluarkan pada bulan Oktober, bertujuan untuk memastikan kepemimpinan AS di bidang AI dan mengelola risikonya ungkap pihak NVIDIA. 

MITRE, sebuah organisasi nirlaba yang mengoperasikan pusat penelitian dan pengembangan yang didanai pemerintah federal, menerapkan sistem NVIDIA DGX SuperPOD baru yang akan memberi peneliti dan pengembang akses terhadap lompatan komputasi besar-besaran.

DGX SuperPOD akan mendukung Federal AI Sandbox milik MITRE, sebuah platform untuk meningkatkan eksperimen dengan aplikasi generasi berikutnya yang mendukung AI di seluruh lembaga pemerintah federal.

"Perintah eksekutif baru-baru ini mengenai AI mendorong lembaga-lembaga federal untuk mengurangi hambatan dalam penerapan AI, namun lembaga-lembaga tersebut sering kali kekurangan lingkungan komputasi yang diperlukan untuk eksperimen dan pembuatan prototipe," kata Charles Clancy, wakil presiden senior dan kepala bagian teknologi di MITRE. 

"Federal AI Sandbox kami yang baru akan membantu menyamakan kedudukan, menjadikan daya komputasi berkualitas tinggi yang diperlukan untuk melatih dan menguji solusi AI khusus tersedia untuk agensi mana pun," tambahnya. 

Lanjutnya, Federal AI Sandbox akan memberikan lembaga federal keuntungan komputasi yang diperlukan untuk melatih model bahasa besar dan alat AI generatif lainnya guna mengembangkan aplikasi mutakhir.

NVIDIA DGX SuperPOD yang mendukung sandbox mampu menghasilkan kinerja AI exaFLOP untuk memungkinkan peneliti dan pengembang melatih dan menerapkan LLM khusus dan solusi AI lainnya dalam skala besar.

"Pembelian DGX SuperPOD oleh MITRE akan membantu meningkatkan pengembangan inisiatif AI oleh pemerintah federal AS, AI memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan layanan pemerintah bagi masyarakat dan memecahkan tantangan besar, seperti transportasi dan keamanan siber," kata Anthony Robbins, wakil presiden sektor publik di NVIDIA.

Sukarela regulasi AI Joe Biden.

Sebelumnya, Pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden telah mendapatkan komitmen dari semua perusahaan teknologi raksasa untuk menandatangani komitmen sukarela yang mengatur regulasi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Gedung putih melaporkan pada tanggal 12 september 2023, perusahaan sekelas Adobe, IBM, NVIDIA, Google, Meta, dan beberapa perusahaan raksasa teknologi asal Paman Sam itu telah menandatangani komitmen sukarela yang mengatur AI yang dicanangkan oleh Presiden AS Joe Biden.

Pemerintah AS memberikan penjelasan administrasi akan bekerja sama dengan sekutu dan mitra untuk membangun kerangka kerja internasional yang kuat untuk mengatur regulasi pengembangan dan penggunaan AI.
Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks