Topik.id — CEO Atlético Madrid, Miguel Ángel Gil Marín, menyatakan bahwa striker andalannya, Julian Álvarez, telah menerima saran yang keliru sehingga memicu keinginannya untuk pindah pada bursa transfer musim panas ini. Meskipun demikian, Gil Marín menegaskan bahwa Álvarez akan tetap menjadi pemain kunci bagi timnya.
Keinginan Álvarez untuk meninggalkan Atlético Madrid pertama kali diungkapkan melalui wawancara dengan ESPN pada Juni lalu, di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026. Klub raksasa Spanyol, Barcelona, disebut-sebut menjadi tujuan yang paling diminati oleh pemain berusia 26 tahun asal Argentina tersebut.
Namun, Atlético Madrid menunjukkan sikap tegas dengan menolak melepas Álvarez, yang kontraknya masih berlaku hingga tahun 2030. Pihak Barcelona kemudian dilaporkan mengundurkan diri dari upaya transfer karena Atlético enggan membuka negosiasi, meskipun mereka berharap dapat kembali menjajaki kemungkinan kepindahan Álvarez di masa mendatang.
Sumber yang dekat dengan pemain mengabarkan bahwa Álvarez sempat berupaya menemui manajemen klub untuk mendiskusikan masa depannya setibanya dari liburan. Akan tetapi, pihak klub dilaporkan menolak permintaan pertemuan tersebut. Pada Jumat (21/8/2026), Gil Marín kembali mempertegas posisi klub terkait masa depan Álvarez.
“Atlético Madrid, seperti klub-klub besar lainnya, dibangun di atas fondasi pemain-pemain hebat, dan Julian adalah salah satunya, sekaligus sosok profesional yang luar biasa,” ujar Gil Marín kepada kantor berita EFE, seperti dikutip oleh ESPN.
“Kami harus bersaing dengan mengedepankan nilai-nilai kami, melibatkan pemain binaan sendiri serta pemain-pemain terbaik yang bisa kami datangkan dari luar. Kami akan membantu Julian dan terus mendampinginya agar ia dapat mencapai potensi maksimalnya. Kita harus memahami bahwa Julián tidak dikelilingi oleh penasihat terbaik dalam beberapa bulan terakhir.”
Sebelumnya, Barcelona dikabarkan mengajukan tawaran sekitar 100 juta euro untuk Álvarez, namun tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh Atlético. Juara bertahan LaLiga ini bahkan dilaporkan telah melayangkan pengaduan ke FIFA dan Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) karena diduga menggunakan cara-cara yang tidak etis dalam mendekati Álvarez.
“Kami tidak bisa membiarkan klub-klub lain dan media yang terafiliasi dengan mereka mendikte apa yang harus kami lakukan, menentukan strategi olahraga kami, serta menunjukkan sikap tidak hormat kepada kami,” tegas Gil Marín.
Pernyataan Gil Marín tersebut diduga ditujukan kepada agen Álvarez, Fernando Hidalgo. Tak lama berselang, Hidalgo menulis sebuah pesan di media sosialnya. Meskipun tidak menyebutkan nama individu maupun klub secara spesifik, pesan tersebut menimbulkan spekulasi bahwa ia sedang memberikan balasan atas pernyataan Gil Marín.
“Jangan pernah bertanya kepada seorang pembohong mengapa ia berbohong, karena untuk menjelaskannya, ia harus berbohong lagi,” tulis Hidalgo dalam unggahannya.
Atlético Madrid dijadwalkan akan menghadapi Villarreal dalam pekan kedua LaLiga pada Minggu (23/8) pukul 22.00 WIB. Álvarez dikabarkan akan kembali masuk dalam skuad tim setelah absen pada pekan pertama kompetisi.
Ikuti Topik.id

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.