Rumah mewah milik Tasya Farasya mengalami keretakan di sejumlah bagian meski baru dihuni sekitar tujuh bulan. Kerusakan bangunan yang dibangun selama enam tahun tersebut membuat Tasya harus melakukan renovasi besar-besaran dengan perkiraan biaya perbaikan struktur mencapai Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.
Masalah tersebut diungkap Tasya melalui media sosial pada akhir pekan lalu. Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan hingga Senin (26/10/2026), ia memperlihatkan proses pemeriksaan dan pembongkaran beberapa bagian rumah untuk mengetahui penyebab keretakan.
Pemeriksaan awal menemukan sejumlah ketidaksesuaian antara kondisi konstruksi di lapangan dan gambar struktur bangunan. Salah satu temuan adalah keberadaan material kayu pada bagian yang diperiksa serta perbedaan ukuran tulangan besi dari spesifikasi yang direncanakan. Kontraktor baru menyebut investigasi struktural masih berlangsung.
Rumah Tasya Farasya retak meski baru dihuni tujuh bulan

Tasya mengungkapkan sejumlah pekerja kembali beraktivitas di rumahnya karena ditemukan banyak keretakan. Rumah yang pembangunannya dimulai sekitar 2020 itu baru selesai dan ditempati pada 2026, tetapi belum genap setahun digunakan sudah membutuhkan pemeriksaan.
Dalam unggahan Instagram yang diberitakan pada Sabtu (24/10/2026), Tasya mempertanyakan mengapa bangunannya mengalami banyak keretakan. Ia juga mengungkap temuan material yang tidak sesuai harapannya: pada bagian yang semestinya memiliki komponen besi, pemeriksaan menemukan material kayu.
Sejumlah dinding diperiksa dan dibuka untuk melihat kondisi di balik lapisan akhir. Tasya khawatir retakan kembali muncul pada lokasi lain meskipun sebagian kerusakan telah diperbaiki.
Kontraktor temukan perbedaan ukuran besi struktur bangunan
Direktur Utama sekaligus pemilik PT Chandra Mitra Strukturindo (CMS), Wiryawan Chandra, menjelaskan timnya sedang melakukan investigasi struktural rumah Tasya. Kontraktor baru tersebut mengumpulkan data lapangan dan menyusun kajian untuk menentukan tindakan perbaikan.
Pemeriksaan awal menemukan perbedaan antara spesifikasi struktur dan material terpasang. Salah satunya jarak besi sengkang yang dalam gambar direncanakan 100 milimeter, sedangkan pemeriksaan di bagian tertentu menunjukkan sekitar 130 milimeter.
| Komponen struktur | Spesifikasi rencana | Temuan pemeriksaan |
|---|---|---|
| Jarak sengkang pada bagian yang diperiksa | 100 mm | 130 mm |
| Diameter besi sengkang | 10 mm | 7,39 mm |
| Diameter tulangan utama | 16 mm | 15,36 mm |
Angka-angka tersebut merupakan temuan pada titik pemeriksaan tertentu, bukan hasil audit keseluruhan struktur. Tingkat kerusakan dan dampaknya terhadap keselamatan bangunan memerlukan kajian teknis lebih lanjut.
Retakan ditemukan pada dinding hingga area kolam renang
Pemeriksaan juga menyoroti hubungan antara kolom struktur dan dinding bata ringan atau hebel. Beberapa bagian dinding di dekat kolom terlihat retak dan terpisah; pada bagian yang diperiksa dilaporkan tidak ditemukan besi penghubung sebagaimana diharapkan.
Area kolam renang turut diperiksa setelah terlihat penurunan permukaan berdasarkan perbedaan posisi lantai marmer dengan garis cat yang dikerjakan sekitar tujuh bulan sebelumnya.
Temuan tersebut masih memerlukan investigasi menyeluruh. Penyebab semua keretakan dan penurunan permukaan belum dapat dipastikan berasal dari satu kesalahan konstruksi yang sama.
Biaya renovasi rumah Tasya Farasya diperkirakan Rp5–6 miliar
Wiryawan Chandra memperkirakan pekerjaan perbaikan struktur dapat membutuhkan Rp5 miliar hingga Rp6 miliar. Estimasi disampaikan dalam percakapan dengan Tasya yang dibagikan melalui akun Instagram miliknya.
Angka tersebut mengacu pada perbaikan struktur, bukan keseluruhan biaya pembangunan rumah sejak awal. Karena investigasi masih berlangsung, perkiraan belum menjadi nilai final seluruh renovasi.
Tasya sebelumnya mengeluhkan perbaikan rumahnya dapat memerlukan dana mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Rumah mewah empat lantai dibangun selama enam tahun
Rumah Tasya memiliki empat lantai dengan konsep interior berbeda pada sejumlah bagian. Hunian tersebut memuat ruang keluarga, area kerja, studio, serta fasilitas yang mendukung aktivitasnya sebagai kreator konten kecantikan dan pebisnis.
Pembangunan dimulai pada 2020 dan berlangsung sekitar enam tahun hingga selesai pada 2026. Tasya sebelumnya memperlihatkan sejumlah interior bergaya modern dan klasik Eropa, termasuk sentuhan modern French di bagian tertentu.
Kemunculan retakan setelah beberapa bulan dihuni membuat rumah tersebut kembali menjalani proses pemeriksaan dan renovasi.
Tasya Farasya memilih tidak menempuh jalur hukum
Kerusakan rumah mengundang tanggapan warganet, termasuk saran agar pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Namun, Tasya menyampaikan tidak berencana mengajukan tuntutan hukum terkait persoalan tersebut.
Rumah itu sebelumnya dibangun ketika Tasya masih menikah dengan Ahmad Assegaf. Setelah keduanya berpisah pada akhir 2025, proses penyelesaian pembangunan dilanjutkan hingga rumah dapat ditempati.
Belum ada hasil investigasi teknis final yang menetapkan tanggung jawab atas seluruh kerusakan. Keterlibatan seseorang dalam riwayat pembangunan tidak otomatis membuktikan kesalahan konstruksi.
Investigasi struktur masih berlangsung
PT Chandra Mitra Strukturindo masih mengumpulkan data tentang kondisi struktur untuk menentukan metode perbaikan. Temuan mengenai ukuran tulangan, sambungan dinding, dan area kolam renang menjadi bahan evaluasi lebih lanjut.
Hingga Senin (26/10/2026), rumah Tasya Farasya diketahui mengalami keretakan di sejumlah bagian, sementara estimasi perbaikan struktur mencapai Rp5 miliar hingga Rp6 miliar. Laporan teknis menyeluruh dan nilai akhir pekerjaan belum diumumkan.









