Saham

IHSG Ditutup Melemah 0,89% ke 5.390,72 Hari Ini 26 Oktober, Saham Bank Ditekan Jual Asing

IHSG ditutup melemah 0,89% ke 5.390,72 pada 26 Oktober 2026. Saham perbankan tertekan, investor asing lakukan aksi jual.

IHSG Ditutup Melemah 0,89% ke 5.390,72 Hari Ini 26 Oktober, Saham Bank Ditekan Jual Asing
ilustrasi IHSG (Sumber: ANTARA)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Senin (26/10/2026), setelah mencatatkan penguatan sepanjang pekan sebelumnya. Indeks komposit Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir di level 5.390,72, terkoreksi 48,54 poin atau 0,89 persen dibandingkan penutupan Jumat (23/10/2026) di posisi 5.439,26.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan. Investor asing juga mencatatkan penjualan bersih pada paruh pertama perdagangan, sementara pasar mencermati pelemahan rupiah dan perkembangan harga minyak dunia.

Sepanjang perdagangan Senin, IHSG bergerak fluktuatif setelah membuka sesi di zona hijau. Tekanan jual kemudian membawa indeks turun hingga ke bawah level psikologis 5.400 sebelum memangkas sebagian pelemahannya. Penutupan tersebut menghentikan momentum kenaikan IHSG yang sebelumnya berhasil menguat 4,90 persen sepanjang perdagangan 19–23 Oktober 2026.

IHSG turun 48,54 poin pada perdagangan Senin

IHSG mengawali perdagangan Senin dengan penguatan tipis. Pada pembukaan, indeks berada di kisaran 5.442,30, naik sekitar 0,06 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Namun, kenaikan tersebut tidak berlangsung lama. Tekanan jual pada saham berkapitalisasi besar membawa IHSG berbalik melemah. Indeks sempat menyentuh kisaran 5.349,75 pada perdagangan pagi sebelum bergerak lebih stabil menjelang siang.

Pada akhir sesi pertama, IHSG berada di level 5.384,97 atau turun sekitar 1 persen. Memasuki sesi kedua, indeks memangkas sebagian penurunan dan berakhir di 5.390,72.

IndikatorNilai
Penutupan Jumat, 23 Oktober5.439,26
Pembukaan SeninSekitar 5.442
Tertinggi intradaySekitar 5.454
Terendah intradaySekitar 5.350
Penutupan sesi I5.384,97
Penutupan perdagangan5.390,72
Perubahan harian-48,54 poin (-0,89%)

Angka penutupan harian dan data statistik transaksi atau arus investor asing memiliki waktu pencatatan berbeda yang perlu diperhatikan dalam pembacaan data.

Investor asing jual saham BBCA, BMRI, dan BBRI

Hingga akhir sesi pertama, investor asing mencatatkan penjualan bersih sekitar Rp1,14 triliun di pasar saham domestik. Nilai pembelian asing sekitar Rp1,55 triliun, sedangkan penjualannya Rp2,69 triliun.

Tekanan jual terutama terlihat pada sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar.

SahamJual bersih asing hingga sesi I
BBCARp201,93 miliar
BMRIRp129,95 miliar
BBRIRp89,67 miliar
ITMGRp83,53 miliar

Angka tersebut merupakan posisi transaksi hingga sesi pertama, bukan akumulasi final perdagangan Senin. Penjualan asing pada saham bank menjadi perhatian karena emiten perbankan besar memiliki bobot penting dalam IHSG.

Saham perbankan jadi pemberat IHSG

Pada pukul 10.02 WIB, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 2,41 persen ke Rp2.840. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 2,05 persen ke Rp3.820 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terkoreksi 2,05 persen ke Rp3.350.

Pelemahan tersebut berlangsung bersamaan dengan aksi ambil untung setelah penguatan indeks pada pekan sebelumnya. Sejumlah saham berkapitalisasi besar dari sektor energi dan industri juga mengalami tekanan pada pagi hari.

Harga saham individual tersebut merupakan posisi perdagangan pagi, bukan harga penutupan akhir.

Seluruh sektor saham sempat berada di zona merah

Pada akhir sesi pertama, seluruh 11 sektor saham di BEI berada di zona merah. Sektor infrastruktur termasuk yang melemah paling dalam, disusul teknologi, kesehatan, dan industri.

SektorPerubahan sesi I
Infrastruktur-1,59%
Teknologi-1,54%
Kesehatan-1,25%
Industri-1,14%
Keuangan-1,05%
Transportasi-1,02%
Energi-1,01%

Data sektoral tersebut menggambarkan kondisi hingga tengah hari. Pergerakan pada sesi kedua dapat menghasilkan posisi akhir yang berbeda.

Nilai transaksi sesi pertama mencapai Rp7,59 triliun

Hingga akhir sesi pertama, volume perdagangan mencapai sekitar 18,57 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp7,59 triliun dan frekuensi 1,14 juta kali transaksi.

Dalam periode tersebut, 474 saham melemah, 189 saham menguat, dan 128 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi Rp7,59 triliun belum mencakup keseluruhan aktivitas perdagangan hingga penutupan sore sehingga bukan total transaksi harian penuh.

IHSG terkoreksi setelah naik 4,90 persen pekan lalu

Pada periode 19–23 Oktober 2026, IHSG menguat 4,90 persen dari 5.185,10 menjadi 5.439,26. Kapitalisasi pasar meningkat 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian naik 25,42 persen menjadi Rp20,34 triliun, dari Rp16,22 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi naik 13,80 persen menjadi 1,95 juta kali.

Meski indeks menguat, investor asing masih membukukan jual bersih Rp1,28 triliun pada Jumat (23/10/2026). Secara kumulatif sejak awal tahun hingga tanggal tersebut, penjualan bersih asing mencapai Rp94,87 triliun.

Harga minyak dan pelemahan rupiah menambah tekanan pasar

Pasar saham juga menghadapi ketidakpastian global akibat harga minyak yang masih tinggi setelah meningkat karena kekhawatiran gangguan pasokan energi di Timur Tengah.

Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak dapat menambah tekanan terhadap kebutuhan impor energi dan belanja subsidi. Pelemahan rupiah pada saat bersamaan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi risiko investasi.

Investor juga menantikan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober 2026. Keputusan suku bunga Federal Reserve dapat memengaruhi dolar AS, imbal hasil obligasi, dan aliran investasi ke pasar negara berkembang.

Prospek IHSG setelah ditutup melemah

Pergerakan IHSG dalam beberapa hari berikutnya masih akan dipengaruhi nilai tukar rupiah, harga minyak mentah, keputusan suku bunga The Fed, serta aktivitas investor asing pada saham berkapitalisasi besar.

Sebelum perdagangan Senin, IHSG diperkirakan mempunyai ruang penguatan menuju area 5.500–5.600 setelah menutup pekan sebelumnya di atas 5.400. Koreksi 26 Oktober membawa indeks kembali ke bawah level psikologis itu, sehingga proyeksi teknikal perlu disesuaikan dengan perkembangan harga dan volume transaksi.

Dengan penutupan 5.390,72 pada Senin (26/10/2026), IHSG melemah 0,89 persen setelah menguat 4,90 persen sepekan sebelumnya. Tekanan saham perbankan, pelemahan rupiah, dan ketidakpastian global tetap menjadi perhatian investor.