Topik.id — Adidas kini menghadapi gelombang seruan boikot dari publik setelah menampilkan mantan tentara Israel, Shalev Biton, dalam sebuah kampanye promosi. Kampanye tersebut memperkenalkan “Single Shoe Service”, sebuah layanan yang memungkinkan pelanggan membeli sepatu satuan, bukan sepasang.
Keputusan Adidas menggunakan mantan anggota militer Israel untuk mempromosikan program yang dikaitkan dengan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, terutama di tengah perang di Gaza, menuai pertanyaan dari berbagai aktivis hak asasi manusia dan pengguna media sosial.
Kritik tersebut muncul mengingat situasi kemanusiaan di Gaza yang memburuk. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 5.000 amputasi traumatis pada anggota tubuh telah terjadi di Gaza sejak Oktober 2023. Laporan UNICEF juga menyebut lebih dari 11.000 anak mengalami cedera yang mengubah kehidupan hingga awal Februari 2026.
Pelibatan Biton, yang kehilangan kaki kirinya saat bertempur di Gaza pada Mei 2021, menjadi sorotan terkait pandangan Adidas terhadap isu disabilitas dalam konteks konflik yang sedang berlangsung.
Para pengkritik tidak mempersoalkan layanan “Single Shoe Service” itu sendiri, melainkan pilihan Adidas yang menjadikan Biton sebagai wajah kampanye, serta konteks politik di balik perang di Gaza. Perdebatan sengit pun terjadi di media sosial mengenai keputusan Adidas tersebut.
Aktor Spanyol Javier Bardem turut menyerukan boikot terhadap Adidas melalui unggahan di media sosialnya, menanggapi promosi layanan tersebut yang menampilkan Biton.
Layanan “Single Shoe Service” sendiri telah diperkenalkan Adidas di Eropa pada 19 Januari 2026 dan diumumkan secara resmi pada Maret tahun yang sama. Layanan ini tersedia di toko-toko Adidas di 23 negara Eropa.
Kontroversi Adidas Sebelumnya Terkait Bella Hadid
Tahun 2024, Adidas pernah menghadapi kontroversi serupa terkait model keturunan Amerika-Palestina, Bella Hadid. Pada Juli 2024, Adidas mencopot Hadid dari kampanye sepatu retro yang bertema Olimpiade Munich 1972 setelah adanya kritik dari Israel.

Hadid diketahui vokal menyuarakan dukungannya terhadap hak-hak rakyat Palestina. Menyusul pencopotan tersebut, Hadid dilaporkan menyewa tim hukum.
Adidas kemudian mengeluarkan permintaan maaf kepada Hadid dan mitra kampanye lainnya, menyatakan adanya kesalahan yang tidak disengaja dan dampak negatif yang dialami. Meski begitu, Adidas tidak membatalkan keputusannya untuk mengeluarkan Hadid dari kampanye, yang kembali memicu seruan boikot di media sosial.
Ikuti Topik.id
