— Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga membuka ruang signifikan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor ekonomi lokal.

Aktivitas ekonomi tersebut terwujud melalui pameran dan bazar yang merupakan bagian integral dari rangkaian acara MTQ Nasional XXXI. Pameran yang dipusatkan di Gama Plaza (eks E-Plaza), Semarang, ini menampilkan ratusan booth. Peserta pameran meliputi perwakilan kementerian, 38 provinsi, 35 kabupaten/kota, serta UMKM binaan dari seluruh Jawa Tengah.

Kehadiran ribuan kafilah dan tamu dari berbagai daerah tidak hanya dimanfaatkan untuk promosi produk, tetapi juga berdampak pada peningkatan aktivitas berbagai sektor jasa di Kota Semarang. Sektor perhotelan, transportasi, dan perdagangan dilaporkan mengalami peningkatan mobilitas.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengonfirmasi bahwa tingginya mobilitas peserta dan tamu MTQ memberikan efek ganda bagi perputaran ekonomi daerah. Ia mengamati peningkatan signifikan pada tingkat keterisian hotel dan penggunaan kendaraan sewa selama penyelenggaraan acara.

“Hampir ribuan tamu hadir di Jawa Tengah. Semua hotel penuh dan kendaraan rental terisi. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQ mampu memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi perputaran ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi.

Pameran dan bazar UMKM ini tidak hanya menampilkan produk dari tuan rumah, tetapi juga menjadi platform bagi pelaku usaha dari berbagai daerah untuk memperkenalkan produk khas masing-masing kepada peserta dan pengunjung MTQ Nasional XXXI.

Kegiatan pameran dan bazar UMKM ini berlangsung mulai 12 hingga 19 September 2026. Selain itu, rangkaian acara pendukung MTQ Nasional XXXI juga mencakup job fair, yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan peluang kerja.

MTQ Nasional XXXI ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Sinergi ini tidak hanya memastikan kelancaran rangkaian musabaqah, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang berharga bagi masyarakat, pelaku usaha, dan peserta dari seluruh penjuru negeri.