Topik.id — Alexander Zverev berhasil menutup perjalanan panjangnya di US Open 2026 dengan gelar juara. Petenis asal Jerman tersebut menaklukkan Ben Shelton dalam pertarungan empat set di Stadion Arthur Ashe, Senin (14/9) dini hari WIB.
Zverev yang berstatus unggulan teratas sempat kehilangan momentum pada set ketiga, tetapi mampu segera bangkit dan mengendalikan pertandingan pada set penentuan. Ia akhirnya menang dengan skor 6-3, 7-6(2), 5-7, 6-2 untuk memastikan trofi Grand Slam keduanya.
Zverev Kembali Angkat Trofi Grand Slam
Kemenangan atas Shelton menjadi pencapaian besar bagi Zverev pada musim 2026. Sebelum berjaya di New York, petenis berusia 29 tahun itu lebih dulu mengakhiri penantiannya dengan memenangkan French Open pada Juni.
Gelar US Open kini membuat koleksi Grand Slam Zverev bertambah menjadi dua. Kesuksesan tersebut sekaligus mempertegas konsistensinya sepanjang musim setelah mampu tampil sebagai juara di dua turnamen Grand Slam.
Di final, Zverev langsung menunjukkan permainan agresif sejak awal. Ia mengambil set pertama dengan skor 6-3 dan melanjutkan dominasinya pada tie-break set kedua dengan kemenangan 7-2.
Shelton kemudian memberikan perlawanan lebih kuat pada set ketiga. Petenis Amerika Serikat itu berhasil memanfaatkan peluang yang dimiliki untuk merebut set tersebut 7-5 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set keempat.
Shelton Gagal Pertahankan Momentum
Setelah kehilangan set ketiga, Zverev tidak membiarkan Shelton mempertahankan momentumnya. Ia kembali meningkatkan tekanan dan mampu menguasai jalannya set keempat.
Zverev akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 6-2. Hasil tersebut sekaligus memastikan Shelton gagal mencatat sejarah sebagai petenis putra Amerika Serikat yang mengakhiri penantian panjang untuk gelar Grand Slam.
Shelton sebenarnya tampil agresif sepanjang pertandingan. Ia menghasilkan 47 winner, tetapi jumlah kesalahan sendiri juga mencapai 47. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Zverev mampu mempertahankan keunggulannya.
Di sisi lain, Zverev mencatat 35 winner dan memenangkan 85 persen poin dari servis pertamanya.
Zverev Puji Perjalanan Shelton
Dalam pidato setelah pertandingan, Zverev memberikan apresiasi kepada Shelton yang menjalani final Grand Slam pertamanya.
Zverev meyakini kekalahan tersebut tidak akan menjadi akhir perjalanan Shelton. Ia bahkan memprediksi petenis Amerika itu memiliki peluang besar untuk kembali tampil di pertandingan final Grand Slam dan suatu hari mengangkat trofi.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk penghormatan Zverev terhadap lawannya yang mampu memberikan perlawanan sengit di panggung terbesar tenis dunia.
Zverev juga menyinggung atmosfer Stadion Arthur Ashe yang sebagian besar penonton disebut lebih mendukung Shelton. Meski demikian, ia mengaku menikmati energi yang diberikan penonton sepanjang pertandingan.
Penantian Petenis Putra AS Berlanjut
Kekalahan Shelton membuat penantian petenis putra Amerika Serikat untuk kembali meraih gelar Grand Slam semakin panjang. Andy Roddick masih menjadi petenis putra Amerika Serikat terakhir yang mampu memenangkan gelar Grand Slam.
Roddick meraih US Open 2003, yang berarti belum ada petenis putra Amerika Serikat lain yang berhasil mengangkat trofi Grand Slam sejak pencapaian tersebut.
Sementara bagi Zverev, kemenangan di New York menjadi penutup istimewa dari perjalanan US Open 2026. Setelah sebelumnya menjuarai French Open, ia kini berhasil menambahkan gelar Grand Slam kedua sekaligus memperkuat posisinya di antara pemain elite tenis putra dunia.
