Topik.ID — Aryna Sabalenka semakin dekat dengan pencapaian bersejarah di ajang US Open. Unggulan pertama asal Belarusia ini berhasil melaju ke partai puncak turnamen Grand Slam tersebut untuk kali ketiga secara beruntun, setelah menampilkan performa dominan saat mengalahkan unggulan ketiga asal Amerika Serikat, Jessica Pegula, dengan skor 7-5, 6-2 pada pertandingan semifinal, Jumat (11/9) WIB.
Kemenangan di Arthur Ashe Stadium ini memastikan Sabalenka berada di ambang sejarah. Ia berpeluang menjadi petenis putri ketiga yang mampu meraih tiga gelar US Open berturut-turut, menyamai pencapaian legenda tenis putri, Chris Evert dan Serena Williams.
Petenis berusia 28 tahun itu kembali menunjukkan superioritasnya atas Pegula. Hasil ini melanjutkan tren positif Sabalenka yang juga mengalahkan Pegula dalam perjalanannya meraih gelar US Open pada edisi 2024 dan 2025. Di babak final, Sabalenka akan menanti pemenang dari semifinal lainnya yang mempertemukan unggulan kedua Elena Rybakina melawan unggulan keempat Coco Gauff. Pertemuan dengan Gauff bukanlah hal baru bagi Sabalenka, mengingat Gauff adalah lawan yang mengalahkannya di final US Open 2023.
Sabalenka mengungkapkan kepuasannya atas performa yang ditunjukkannya saat menghadapi Pegula. Ia berhasil mencatatkan tujuh ace dan 29 winner, sekaligus membatasi ruang gerak lawannya. “Saya sangat senang bisa bermain seperti ini. Saya benar-benar ingin menang. Saya sangat menginginkannya,” ujar Sabalenka.
Sejak awal pertandingan, Sabalenka tampil agresif dengan pukulan groundstroke yang keras dan akurat. Meskipun Pegula mampu mengimbangi permainan di set pertama, Sabalenka berhasil meningkatkan tekanan pada momen krusial. Keunggulan 6-5 berpihak pada Sabalenka sebelum akhirnya Pegula kehilangan konsentrasi. Serangkaian groundstroke keras dari Sabalenka membuat Pegula tertinggal 0-40, dan akhirnya Sabalenka mengamankan set point setelah pengembalian Pegula menyangkut di net.
Memasuki set kedua, dominasi Sabalenka semakin terlihat. Ia terus menekan servis kedua Pegula dan berhasil meraih break penting untuk unggul 3-1. Keunggulan ini diperlebar berkat forehand keras Sabalenka yang meluncur tajam ke sudut lapangan, tak terjangkau oleh Pegula.
Sabalenka mampu menjaga keunggulannya dengan tenang hingga akhir pertandingan. Kesalahan pengembalian dari Pegula di gim kedelapan memberikan match point bagi Sabalenka. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Sabalenka yang menutup pertandingan dengan forehand keras lainnya, sekaligus memupus harapan Pegula untuk meraih gelar Grand Slam perdananya.
Dengan kemenangan ini, Sabalenka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar US Open dan bergabung dengan kelompok elite petenis putri yang mampu menjuarai turnamen di New York tiga tahun berturut-turut. Meski tampil meyakinkan di semifinal, Sabalenka menyadari tantangan berat di final melawan pemenang duel Rybakina kontra Gauff, yang keduanya memiliki kapabilitas untuk menghentikan ambisinya.
Ikuti Topik.ID
