— Petenis asal Kazakhstan, Elena Rybakina, akan tampil di final US Open 2026 untuk pertama kalinya setelah menaklukkan wakil tuan rumah, Coco Gauff, pada pertandingan semifinal, Jumat (11/9) WIB.. Kemenangan ini diraih Rybakina sehari setelah ia mengukuhkan diri sebagai peringkat satu dunia untuk pertama kali dalam kariernya, menunjukkan kebangkitan luar biasa setelah tertinggal di set pertama.

Pertandingan dimulai dengan dominasi Gauff yang berhasil mengamankan set pertama dengan skor 6-3. Petenis Amerika Serikat itu hanya membutuhkan satu kali break point pada game keenam untuk memimpin, dan mampu mempertahankan keunggulannya hingga akhir set.

Memasuki set kedua, Rybakina bangkit dan mengambil kendali permainan. Ia berhasil melakukan break di game keempat untuk unggul 4-1. Meskipun Gauff sempat menyamakan kedudukan menjadi 4-4, Rybakina menunjukkan ketangguhannya dengan kembali melakukan break di game kesepuluh, mengamankan set kedua 6-4 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentu.

Set ketiga menyajikan persaingan yang semakin ketat. Rybakina sempat melewatkan dua peluang break point di game keenam, namun ia tidak menyia-nyiakan kesempatan berikutnya di game kedelapan untuk memimpin 5-3. Gauff sempat memberikan perlawanan dengan meraih break untuk menipiskan jarak menjadi 5-4, namun Rybakina kembali menunjukkan kelasnya dengan memenangi game kesepuluh untuk mengakhiri laga dengan skor 3-6, 6-4, 6-4. Pertandingan berlangsung selama 2 jam 8 menit.

Menanggapi jalannya set penentu, Rybakina mengakui sengitnya pertarungan. “Set ketiga berjalan sangat seru — saya merasa sedikit beruntung saat memegang servisnya,” ujar Rybakina. “Beberapa pengembalian bola yang dalam, satu kesalahan dari dia, situasi langsung berbalik menguntungkan saya… itu adalah pertarungan yang sesungguhnya.”

Di partai puncak yang dijadwalkan berlangsung Sabtu mendatang, Rybakina akan menghadapi juara bertahan dua kali, Aryna Sabalenka. Sabalenka melangkah ke final setelah memperpanjang rekor kemenangannya di US Open menjadi 20 pertandingan beruntun, mengalahkan unggulan ketiga Jessica Pegula dengan skor 7-5, 6-2 di semifinal lainnya.

Final ini menjadi kesempatan bagi Rybakina untuk kembali memberikan tekanan kepada Sabalenka, terutama setelah ia berhasil menggeser posisi petenis Belarusia itu dari peringkat satu dunia hanya dengan mencapai semifinal. Menyongsong duel akbar tersebut, Rybakina menekankan pentingnya peningkatan performa.

“Saya merasa pasti harus meningkatkan permainan saya, melakukan servis jauh lebih baik daripada hari ini, dan tetap tampil agresif,” tutur Rybakina mengenai persiapannya menghadapi partai final.