— PT Antam Tbk (ANTM) terus memperkuat bisnis logam mulianya dengan menyiapkan pembangunan fasilitas manufaktur di Gresik, Jawa Timur. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menangkap pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik.

Manajemen Antam mengungkapkan fasilitas baru tersebut akan memiliki kapasitas produksi hingga 30 ton emas per tahun. Selain meningkatkan kemampuan produksi, pabrik ini diproyeksikan memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisi logam mulia Antam yang saat ini menguasai sekitar 60% pangsa pasar.

Antam Siapkan Pabrik Emas di Gresik

Pengembangan fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik menjadi salah satu proyek strategis yang tengah disiapkan ANTM. Berdasarkan penjelasan manajemen dalam Public Expose Live, fasilitas tersebut dirancang untuk menghasilkan hingga 5 juta keping produk logam mulia dengan kadar emas mencapai 99,99%.

Kapasitas tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan ruang bagi Antam dalam memenuhi kebutuhan pasar, terutama ketika permintaan terhadap produk emas batangan terus berkembang.

Manajemen menyampaikan proyek tersebut saat ini masih berada pada tahap pra konstruksi. Perseroan menargetkan fasilitas manufaktur itu dapat memasuki tahap operasi komersial pada 2028.

Investasi Proyek Capai Rp1,1 Triliun

Dari sisi pendanaan, pembangunan fasilitas manufaktur logam mulia tersebut membutuhkan investasi yang cukup besar. Mengacu pada materi paparan Public Expose Antam, estimasi nilai investasi proyek mencapai sekitar Rp1,1 triliun.

Nilai tersebut setara dengan sekitar US$70 juta. Besarnya investasi menunjukkan proyek ini dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan bisnis jangka panjang ANTM, khususnya untuk memperbesar kapasitas pada segmen logam mulia.

Dengan fasilitas baru tersebut, Antam tidak hanya mengandalkan kapasitas produksi yang telah tersedia, tetapi juga menyiapkan tambahan kemampuan manufaktur untuk menghadapi pertumbuhan permintaan dalam beberapa tahun mendatang.

Pangsa Pasar Logam Mulia Antam Sekitar 60%

Manajemen Antam menilai proyek Gresik memiliki peran penting dalam mempertahankan sekaligus memperkuat posisi perseroan di pasar logam mulia. Saat ini, produk logam mulia Antam disebut telah memiliki pangsa pasar sekitar 60%.

Tambahan kapasitas produksi diharapkan dapat membuat perseroan lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan konsumen domestik. Apalagi, permintaan terhadap emas tidak hanya berasal dari kebutuhan investasi, tetapi juga dipengaruhi oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap aset berbasis logam mulia.

Kapasitas produksi hingga 30 ton per tahun atau sekitar 5 juta keping produk juga memberikan peluang bagi ANTM untuk memperluas penetrasi pasar.

Proyek Ditargetkan Beroperasi pada 2028

Saat ini Antam masih berada dalam tahap pra konstruksi sehingga fasilitas tersebut belum masuk ke tahap produksi. Perseroan menargetkan pabrik manufaktur logam mulia di Gresik mulai beroperasi secara komersial pada 2028.

Jika target tersebut terealisasi, fasilitas baru ini berpotensi menjadi tambahan penting bagi kapasitas bisnis logam mulia ANTM. Proyek senilai sekitar Rp1,1 triliun tersebut sekaligus memperlihatkan fokus Antam dalam memperkuat bisnis hilir emas dan menjaga posisi perseroan di pasar logam mulia domestik.