TOPIK.ID — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berpotensi kembali membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya. Keputusan final mengenai besaran dividen akan tetap bergantung pada persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim, RM Wahyukusomo Wisnubroto, menjelaskan bahwa perseroan memiliki kebijakan untuk rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) di kisaran 50% hingga 55% dari laba bersih setiap tahunnya. Kebijakan ini terus berkembang seiring dengan pertumbuhan laba perusahaan.
“Penentuan dividen ini merupakan domain pemegang saham yang akan diputuskan dalam RUPS. Namun perseroan ini memiliki kebijakan untuk rasio pembayaran dividen yaitu di level 50%-55% dari laba bersih setiap tahunnya, di mana hal ini terus tumbuh seiring pertumbuhan laba,” ujar Wahyu dalam acara Public Expose 2026, Kamis (10/9/2026).
Wahyu menambahkan, Bank Jatim termasuk salah satu emiten yang menawarkan imbal hasil dividen yang cukup menarik bagi investor. Perseroan mencatat dividend yield Bank Jatim berada di kisaran hampir 10%.
“Kalau kita tahu bahwa Bank Jatim ini merupakan salah satu emiten yang memberikan dividen yang cukup atraktif, dividen yieldnya di kisaran hampir 10% itu suatu dividen yang cukup menarik,” katanya.
Lebih lanjut, Wahyu menegaskan komitmen Bank Jatim untuk menjaga agar nominal dividen maupun dividend yield yang diterima pemegang saham dapat terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan bisnis dan kinerja perseroan.
Kinerja Solid Bank Jatim Semester I 2026
Sementara itu, kinerja konsolidasi Bank Jatim hingga paruh pertama tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan yang solid pada sejumlah indikator utama. Total aset konsolidasi Bank Jatim tercatat mencapai Rp 162 triliun pada semester I 2026, meningkat 37,16% secara tahunan atau year on year (yoy).
Pertumbuhan aset ini didukung oleh peningkatan aset produktif, di mana penyaluran kredit Bank Jatim mencapai Rp 111 triliun, tumbuh 41,68% yoy. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp 120 triliun, mengalami pertumbuhan 31,47% yoy.
Peningkatan bisnis tersebut berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII). Hingga semester I 2026, NII Bank Jatim mencapai sekitar Rp 4,6 triliun, meningkat 39,5% yoy. Kinerja positif ini tercermin pada profitabilitas perseroan, dengan laba bersih konsolidasi Bank Jatim pada semester I 2026 mencapai sekitar Rp 1,2 triliun, tumbuh 53,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ikuti TOPIK.ID
