— PT Indosat Tbk (ISAT) mulai memperluas pijakan bisnisnya ke sektor infrastruktur kecerdasan buatan (AI) melalui Zankore by Indosat. Langkah tersebut mendapat dukungan pendanaan jumbo sebesar US$3,1 miliar yang dinilai dapat mempercepat pembangunan kapasitas komputasi AI.

Perkembangan tersebut turut membuka peluang perubahan persepsi investor terhadap ISAT. Perseroan tidak lagi hanya mengandalkan bisnis telekomunikasi, tetapi mulai mendapatkan eksposur terhadap industri pusat data, komputasi awan, dan infrastruktur AI yang memiliki prospek pertumbuhan dalam jangka panjang.

Zankore Dapat Suntikan Dana US$3,1 Miliar

Head of Research Pluang Maju Sekuritas Jason Gozali menilai pendanaan yang diterima Zankore menjadi salah satu perkembangan penting dalam transformasi bisnis Indosat. Menurutnya, dana tersebut memberikan dukungan konkret untuk mengubah rencana pengembangan infrastruktur AI menjadi kapasitas yang dapat dioperasikan.

Zankore sendiri diperkenalkan pada 6 Agustus 2026 melalui kolaborasi Ooredoo Group, Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA, dan Nokia. Perusahaan tersebut dalam jangka panjang membidik kapasitas hingga 1 gigawatt (GW).

Dari target tersebut, sekitar 200 megawatt (MW) ditargetkan mulai tersedia pada semester I-2027. Kapasitas awal ini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar karena berpotensi menjadi pijakan bagi pengembangan bisnis AI Indosat selanjutnya.

Infrastruktur AI Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Fasilitas pinjaman senior berjangka senilai US$3,1 miliar akan digunakan untuk membiayai pembangunan komputasi awan AI. Infrastruktur tersebut akan memanfaatkan teknologi NVIDIA, termasuk pengadaan dan penerapan GPU cloud generasi terbaru.

Zankore tidak hanya menyasar perusahaan teknologi besar. Layanannya dirancang untuk menjangkau perusahaan berbasis AI, korporasi, startup, pengembang aplikasi, hingga institusi di Indonesia dan Asia Tenggara.

Model bisnis yang ditawarkan juga dapat menjadi faktor pendukung adopsi AI. Zankore menyiapkan skema bagi hasil serta dukungan kredit kepada pelanggan sehingga perusahaan tidak harus menanggung seluruh kebutuhan belanja modal sejak awal.

Menurut Jason, pendekatan tersebut berpotensi mempercepat penggunaan teknologi AI karena hambatan investasi awal bagi calon pelanggan dapat ditekan.

Target Harga Saham ISAT Berpeluang Naik

Dari sisi pasar saham, Pluang Maju Sekuritas menetapkan target harga ISAT di level Rp3.000. Prospek tersebut terutama ditopang realisasi kapasitas 200 MW pada semester I-2027 dan kemungkinan munculnya sumber pendapatan baru di luar layanan seluler.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi buy untuk ISAT. Target harga saham perseroan bahkan dinaikkan menjadi Rp3.430 dari sebelumnya Rp2.500.

Pandangan taktis untuk tiga bulan ke depan juga berubah dari netral menjadi overweight. Perubahan tersebut mencerminkan meningkatnya peluang revaluasi ISAT dengan mempertimbangkan valuasi perusahaan sejenis yang bergerak di sektor neocloud.

Jika pengembangan Zankore berjalan sesuai target, ekspansi ke bisnis AI dan komputasi berperforma tinggi dapat memberikan dimensi pertumbuhan baru bagi Indosat sekaligus membuka ruang bagi peningkatan valuasi saham ISAT.