Topik.id — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Arrmanatha menggantikan Sugiono yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Merah Putih.
Arrmanatha yang akrab disapa Tata sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024. Ia dilantik sebagai Wamenlu bersama Muhammad Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno.
Pelantikan Arrmanatha menjadi bagian dari perombakan jajaran Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo pada awal Oktober 2026.
Dalam prosesi di Istana Negara, Presiden memandu pengucapan sumpah jabatan para pejabat yang dilantik sebelum mereka secara resmi mulai menjalankan tugas barunya.
Sugiono Dipindah Menjadi Menko PMK
Pergantian Menteri Luar Negeri tidak membuat Sugiono keluar dari kabinet.
Pada hari yang sama, Sugiono dilantik menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan Pratikno.
Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Sisa Masa Jabatan 2024–2029.
Keputusan itu ditetapkan Presiden Prabowo pada 30 September 2026.
Dengan perubahan tersebut, posisi Menteri Luar Negeri kini dipercayakan kepada Arrmanatha, sementara Sugiono melanjutkan tugas di kabinet sebagai Menko PMK.
Arrmanatha Nasir Diplomat Karier
Arrmanatha bukan nama baru dalam dunia diplomasi Indonesia.
Ia merupakan diplomat karier Kementerian Luar Negeri yang telah menempati berbagai posisi strategis, baik di dalam negeri maupun dalam perwakilan Indonesia di luar negeri.
Sebelum menjadi menteri, Arrmanatha dipercaya sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024.
Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh sekaligus Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya di New York.
Ia dilantik untuk posisi tersebut pada 2021.
Sebelumnya, Arrmanatha juga pernah bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Prancis, merangkap Andorra, Monako, dan UNESCO yang berkedudukan di Paris.
Pengalaman panjang tersebut membuat Arrmanatha telah cukup lama berkecimpung dalam berbagai isu diplomasi multilateral dan hubungan internasional Indonesia.
Dari Wamenlu Menjadi Menteri Luar Negeri
Perjalanan Arrmanatha menuju kursi Menteri Luar Negeri berlangsung setelah ia sekitar dua tahun mendampingi Sugiono sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
Saat Kabinet Merah Putih dibentuk pada Oktober 2024, Sugiono dilantik sebagai Menteri Luar Negeri, sementara Arrmanatha menjadi salah satu dari tiga wakil menteri di kementerian tersebut.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Prabowo kemudian menunjuk Arrmanatha untuk menduduki posisi tertinggi di Kementerian Luar Negeri.
Penunjukan tersebut membuat diplomat yang dikenal dengan sapaan Tata itu kini memegang tanggung jawab utama dalam menjalankan politik luar negeri Indonesia dan hubungan diplomatik dengan negara serta organisasi internasional.
Sejumlah Pejabat Lain Juga Dilantik
Selain Arrmanatha dan Sugiono, Presiden Prabowo juga melantik sejumlah pejabat lain dalam rangkaian perombakan kabinet pada hari yang sama.
Salah satunya Bahlil Lahadalia yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus tetap merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Perombakan tersebut menjadi salah satu perubahan cukup besar dalam susunan pemerintahan Prabowo pada 2026, dengan sejumlah menteri berpindah jabatan dan beberapa figur baru dipercaya mengisi posisi strategis.
Bagi Kementerian Luar Negeri, pergantian dari Sugiono kepada Arrmanatha Nasir sekaligus menempatkan kembali diplomat karier di posisi Menteri Luar Negeri setelah sebelumnya Arrmanatha menjalani berbagai penugasan diplomatik selama bertahun-tahun.
