Topik.id — PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) menjalin kerja sama strategis dengan ELSA Business melalui penyelenggaraan Artajasa Global Talent Readiness Program. Inisiatif ini dihadirkan untuk mempersiapkan kualitas sumber daya manusia agar lebih kompeten dan siap menghadapi dinamika kebutuhan industri modern.
Sebagai salah satu penyedia infrastruktur sistem pembayaran nasional yang mengelola jaringan ATM Bersama, Artajasa terhubung dengan ratusan institusi keuangan serta berbagai sektor lintas industri. Seiring luasnya konektivitas ekosistem keuangan global, penguasaan komunikasi profesional menjadi aspek esensial bagi para pekerja di dalam perusahaan.
Kemitraan ini kini telah memasuki fase kedua yang ditandai dengan sesi kick-off pada Agustus 2026. Melalui program tersebut, para karyawan diberikan akses untuk berlatih kemampuan berbahasa asing secara fleksibel menggunakan teknologi kecerdasan buatan, lengkap dengan fasilitas evaluasi pelafalan serta kefasihan secara instan.
Senior Vice President – People & Corporate Affairs Artajasa, Sandy Surya Nugraha menjelaskan bahwa sinergi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan potensi tenaga kerja demi menjawab tantangan komunikasi global.
“Kami senantiasa berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM agar mampu mendukung pencapaian tujuan perusahaan dan menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang. Penguasaan Bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting untuk memperkuat komunikasi, memperluas kolaborasi, dan membangun kepercayaan di lingkungan kerja global. Melalui kerja sama dengan ELSA, kami berharap karyawan dapat mengembangkan kemampuan tersebut sebagai bagian mewujudkan visi misi Artajasa sebagai perusahaan yang berbasis Trusted-Intelligent,” ujar Sandy dikutip dari keterangan resmi, Rabu (14/10/2026).
Sandy menambahkan, pengembangan kualitas personel harus mampu memberikan dampak yang konstruktif bagi pencapaian target bisnis perusahaan secara menyeluruh.
“Kami berharap melalui pengembangan SDM yang berkelanjutan dan berorientasi pada hasil dapat membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dalam mendukung pencapaian bisnis perusahaan,” lanjutnya.
Penerapan program ini telah menunjukkan hasil positif melalui pencapaian salah satu pegawai dari Service Delivery 2 Department, Rizzky Wahdania. Ia sukses menduduki posisi puncak papan peringkat nasional program ELSA setelah mencatatkan kenaikan skor kemampuan berbahasa dari level B2 atau Upper Intermediate menjadi level C1 atau Advanced.
Menurut Rizzky, pemanfaatan platform berbasis teknologi tersebut sangat membantu kelancaran tugas operasional sehari-hari di kantor berkat kebebasan berlatih secara mandiri dan adanya koreksi pelafalan secara langsung.
Sementara itu, Business Development Director ELSA Business, Rangga Novalisky menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga kerja saat ini melampaui batas pemahaman bahasa semata, melainkan menuntut keberanian serta kepercayaan diri dalam praktiknya di dunia nyata.
Melalui penerapan teknologi AI, lembaganya berupaya menyediakan sarana bagi para pekerja untuk mengasah keterampilan komunikasi secara konsisten sesuai dengan tuntutan dunia profesional.


