Sepakbola

Bixente Lizarazu Soroti Persaingan Ballon d’Or 2026, Lamine Yamal Dinilai Punya Keunggulan atas Mbappe

Kylian Mbappe diragukan memenangi Ballon d'Or 2026 oleh Bixente Lizarazu. Ia menilai Lamine Yamal punya keunggulan dalam persaingan.

Bixente Lizarazu Soroti Persaingan Ballon d’Or 2026, Lamine Yamal Dinilai Punya Keunggulan atas Mbappe
Foto: AP Photo/Jose Breton

Kylian Mbappe masuk dalam daftar kandidat peraih Ballon d’Or 2026 setelah menjalani musim produktif bersama Real Madrid. Namun, torehan gol penyerang asal Prancis tersebut belum cukup untuk membuat mantan pemain Timnas Prancis, Bixente Lizarazu, menempatkannya sebagai unggulan dalam perebutan penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola.

Ballon d’Or tahun ini dijadwalkan diumumkan pada Selasa (27/10/2026) dini hari WIB. Acara penganugerahan akan berlangsung di London Palladium Theatre, London, Inggris. Mbappe menjadi salah satu dari 30 pemain yang masuk daftar kandidat, tetapi persaingan diperkirakan berlangsung ketat karena sejumlah nama lain memiliki catatan prestasi bersama tim masing-masing.

Produktivitas Mbappe Belum Cukup

Bersama Real Madrid pada musim lalu, Mbappe menunjukkan ketajamannya di depan gawang. Pemain berusia 27 tahun tersebut mencatatkan 42 gol dan tujuh assist dalam 44 penampilan di seluruh kompetisi.

Catatan itu memperlihatkan kontribusi besar Mbappe bagi lini serang Los Blancos. Meski demikian, musim tersebut tidak berakhir dengan raihan trofi bagi penyerang Timnas Prancis itu. Faktor tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang membuat peluangnya dinilai tidak terlalu kuat dalam persaingan Ballon d’Or.

Lizarazu mengungkapkan bahwa dirinya lebih mengutamakan pencapaian kolektif tim ketika menilai pemain yang layak mendapatkan penghargaan. Menurutnya, prestasi di kompetisi besar memiliki peran penting dalam menentukan siapa yang pantas menjadi pemenang.

“Saya akan mencoba berpegang pada kriteria saya, yang utamanya berorientasi pada kolektivitas tim,” kata Lizarazu, dikutip dari Sportskeeda.

Kvaratskhelia, Yamal, dan Dembele Masuk Perhitungan

Dalam pandangan Lizarazu, persaingan Ballon d’Or kali ini akan mengerucut kepada Khvicha Kvaratskhelia, Lamine Yamal, dan Ousmane Dembele. Ia menyoroti pentingnya performa pemain dalam ajang besar seperti Liga Champions dan Piala Dunia.

Kriteria tersebut membuat penilaian tidak hanya bertumpu pada jumlah gol atau assist yang dikumpulkan sepanjang musim. Keberhasilan membantu tim meraih gelar juga menjadi faktor yang diperhitungkan.

“Ada musim dengan dua kompetisi besar: Liga Champions dan Piala Dunia. Jadi persaingan akan mengerucut pada Kvaratskhelia, Yamal, dan Dembele,” ujar Lizarazu.

Ketiga pemain tersebut dinilai memiliki alasan untuk bersaing dalam perebutan penghargaan. Namun, Lizarazu masih melihat satu nama yang paling menonjol ketika penilaian diperluas ke aspek permainan individu.

Lizarazu Menilai Yamal Paling Menonjol

Dari tiga nama yang disebutnya, Lizarazu secara khusus memberikan perhatian kepada Lamine Yamal. Ia menilai pemain muda tersebut memiliki keunggulan dalam hal kreativitas, kemampuan menciptakan momen istimewa, dan kualitas permainan yang menghibur.

“Lalu kriteria lainnya adalah sensasi keseruan dan kejeniusan. Dan di situ, bagi saya, hanya Yamal yang tersisa,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Lizarazu tidak hanya mempertimbangkan pencapaian kolektif, tetapi juga kemampuan individu dalam menghadirkan permainan yang berbeda. Meski demikian, hasil akhir tetap bergantung pada penilaian keseluruhan terhadap para kandidat.

Mbappe masih memiliki catatan produktivitas yang mengesankan, tetapi absennya gelar bersama Real Madrid menjadi tantangan dalam persaingan tahun ini. Pengumuman di London nantinya akan menentukan siapa yang berhasil membawa pulang Ballon d’Or 2026.