Menjalankan sistem operasi iOS di dalam perangkat Android tentu menjadi sebuah pemandangan yang tidak biasa. Namun, hal tersebut dibuktikan oleh seorang pengembang bernama Makr yang mencoba memasang iOS 16 ke dalam ponsel Redmi Note 12. Ia membagikan rekaman eksperimennya melalui akun X @makrotasuss pada 18 Oktober 2026, serta merilis tutorial lengkapnya di GitHub.
Percobaan ini memperlihatkan proses yang bertahap. Pada awal eksperimen, ponsel hanya mampu menampilkan layar kunci tanpa bisa merespons sentuhan sama sekali. Seiring berjalannya waktu, Makr menunjukkan kemajuan signifikan hingga perangkat sukses masuk ke dalam menu Pengaturan.
Kendati demikian, pencapaian ini belum membuat Redmi Note 12 dapat berfungsi layaknya iPhone seutuhnya. Sejumlah fitur penting masih belum dapat digunakan, sementara performa sistem secara keseluruhan juga terpantau lambat.
Dari Deretan Baris Teks hingga Logo Apple
Dalam video berdurasi sekitar dua setengah menit yang dibagikan, layar Redmi Note 12 awalnya memperlihatkan deretan teks kernel yang bergulir naik. Setelah proses tersebut, logo Apple tampak muncul di layar sebelum akhirnya menampilkan halaman kunci khas iOS.
Terdapat detail unik pada tampilan layar tersebut. Tanggal di layar menunjukkan Rabu, 31 Desember, dengan penunjuk waktu di angka 4:10. Kondisi ini terjadi karena sistem operasi belum mendukung pembacaan waktu secara nyata.
Pada fase awal uji coba tersebut, perangkat belum bisa dioperasikan lebih jauh. Makr menjelaskan kepada salah satu penonton bahwa fungsi layar sentuh serta tombol fisik belum bekerja, sehingga demonstrasi terhenti sebatas di halaman kunci.
Meski demikian, progres eksperimen terus berjalan. Tidak lama berselang, ia mengunggah foto-foto yang memperlihatkan perangkat telah mampu membuka menu Pengaturan. Makr sekaligus mengonfirmasi bahwa fungsi sentuhan dan tombol fisik kini sudah dapat merespons.
Redmi Note 12 Dikenali sebagai iPhone X

Ketika halaman informasi perangkat diperiksa, Redmi Note 12 tersebut terbaca sebagai sebuah iPhone X. Sementara itu, informasi terkait alamat Wi-Fi masih menunjukkan status tidak tersedia.
Identitas iPhone X ini merujuk pada sistem yang diterapkan oleh pengembang. Melalui proyek bertajuk ios-topaz, Makr menggabungkan komponen sistem iOS 16.7.16 dari iPhone X dengan XNU, yakni kernel sumber terbuka buatan Apple.
Kernel sendiri merupakan bagian inti dari sebuah sistem operasi yang bertugas menjembatani komunikasi dengan perangkat keras. Supaya sistem tersebut bisa berjalan di atas perangkat keras Redmi Note 12 4G, Makr melakukan penyesuaian khusus pada bagian kernel agar kompatibel dengan platform Snapdragon 685 yang dipakai ponsel.
Langkah ini menegaskan bahwa eksperimen tersebut benar-benar membenamkan komponen sistem Apple, dan bukan sekadar mengubah ikon atau memasang tema agar Android menyerupai tampilan iOS.
Terdapat sedikit perbedaan antara pembaruan yang dibagikan Makr secara langsung dengan catatan di GitHub. Dokumentasi tertulis proyek masih mencantumkan bahwa dukungan layar sentuh belum terkonfirmasi, padahal pembaruan terbaru telah memperlihatkan akses terbuka ke menu Pengaturan.
Sudah Menyala tetapi Masih Terbatas
Berhasil melewati halaman kunci tentu menjadi pencapaian tersendiri bagi sang pengembang. Walau demikian, kemampuan menampilkan antarmuka belum mengindikasikan seluruh fitur perangkat dapat berjalan normal.
Proses menghidupkan sistem membutuhkan durasi sekitar tiga menit. Selepas menyala, kinerja perangkat juga masih sangat terbatas mengingat belum tersedianya driver GPU yang mendukung pemrosesan grafis. Beban kerja untuk merender tampilan antarmuka pun masih harus ditanggung oleh CPU.
Dokumentasi proyek ios-topaz turut mencatat bahwa fungsi Wi-Fi, Bluetooth, jaringan seluler, audio, kamera, berbagai sensor, serta GPS masih belum berfungsi. Akibat keterbatasan ini, perangkat belum dapat diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti melakukan panggilan telepon, memotret, ataupun berselancar di internet menggunakan sambungan Wi-Fi.
Panduan Pemasangan Dibagikan untuk Publik
Usai memamerkan hasil percobaannya, Makr menyediakan panduan teknis melalui platform GitHub. Dokumentasi tersebut memuat langkah-langkah mulai dari penyiapan kernel, pembuatan berkas sistem iOS, hingga cara mengeksekusinya di perangkat.
Inisiatif ini dikembangkan dari proyek ios-sweet, sebuah eksperimen terdahulu yang pernah membawa iOS ke perangkat Redmi Note 10 Pro. Fondasi tersebut kemudian disesuaikan agar dapat diterapkan pada spesifikasi perangkat keras Redmi Note 12.
Prosedur pemasangannya mewajibkan pengguna untuk membuka kunci bootloader terlebih dahulu serta menggunakan komputer bersistem operasi Linux. Pengguna juga harus mengantisipasi risiko terhapusnya seluruh data pada partisi penyimpanan Android. Selain itu, sebagian besar mekanisme keamanan bawaan Apple turut dinonaktifkan dalam proyek ini, dan pengembang secara tegas menyatakan bahwa sistem tersebut belum layak digunakan untuk kebutuhan harian.









