— Lifter senior Indonesia Eko Yuli Irawan harus mengakhiri perjuangannya di Asian Games 2026 tanpa medali. Tampil pada nomor 65 kilogram putra cabang olahraga angkat besi, Eko Yuli hanya mampu menempati peringkat keempat dalam pertandingan di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Kamis (24/9).

Eko Yuli yang kini berusia 37 tahun membukukan total angkatan 302 kilogram. Catatan tersebut berasal dari angkatan snatch 135 kilogram dan clean and jerk 167 kilogram. Hasil itu belum cukup untuk membawanya masuk tiga besar dan mendapatkan medali bagi kontingen Indonesia.

Eko Yuli Selesaikan Snatch 135 Kilogram

Eko Yuli mengawali perlombaan dengan tantangan pada angkatan snatch. Ia gagal mengangkat beban seberat 135 kilogram pada percobaan pertama.

Lifter Indonesia tersebut kemudian mampu memperbaiki penampilannya pada percobaan kedua dengan menyelesaikan angkatan 135 kilogram. Namun, Eko Yuli tidak berhasil menambah catatan pada kesempatan ketiga ketika mencoba mengangkat beban 138 kilogram.

Dengan hasil tersebut, Eko Yuli membawa modal 135 kilogram dari sesi snatch untuk melanjutkan persaingan ke nomor clean and jerk.

Performa di sesi awal membuat ruang bagi Eko Yuli untuk mengejar para pesaingnya menjadi semakin terbatas. Ia kemudian harus mencatatkan hasil maksimal pada clean and jerk agar tetap memiliki peluang masuk zona medali.

Clean And Jerk Eko Yuli Berakhir di 167 Kg

Pada sesi clean and jerk, Eko Yuli kembali menghadapi kendala. Ia tidak berhasil menyelesaikan angkatan pada percobaan pertama.

Kesempatan kedua dimanfaatkan dengan lebih baik. Eko Yuli sukses mengangkat beban 167 kilogram sehingga total angkatannya menjadi 302 kilogram.

Namun, ia kembali gagal pada percobaan ketiga. Kegagalan tersebut membuat Eko Yuli tidak mampu meningkatkan total angkatannya sebelum kompetisi berakhir.

Dengan total 302 kilogram, lifter berpengalaman tersebut harus puas berada di peringkat keempat. Ia terpaut cukup jauh dari perolehan para atlet yang menempati tiga posisi teratas.

Myong Jin Pak Rebut Medali Emas

Medali emas kelas 65 kilogram putra menjadi milik lifter Korea Utara, Myong Jin Pak. Ia mencatat total angkatan 328 kilogram dari kombinasi snatch 146 kilogram dan clean and jerk 182 kilogram.

Performa Myong Jin Pak membuatnya unggul dalam persaingan perebutan posisi pertama. Total angkatan 328 kilogram juga menjadi catatan tertinggi di kelas tersebut pada pertandingan Asian Games 2026.

Sementara itu, medali perak diraih lifter China Yue Ji He. Ia mengumpulkan total angkatan 327 kilogram, hanya terpaut satu kilogram dari Myong Jin Pak.

Yue Ji He membukukan snatch 152 kilogram dan clean and jerk 175 kilogram. Catatan tersebut menempatkannya di posisi kedua klasemen akhir.

Lifter Vietnam Amankan Medali Perunggu

Posisi ketiga ditempati lifter Vietnam yang berhasil mengumpulkan total angkatan 309 kilogram. Ia mencatat snatch 139 kilogram dan clean and jerk 170 kilogram.

Total tersebut membuat atlet Vietnam berada delapan kilogram di atas catatan Eko Yuli. Perbedaan itu sekaligus menempatkan Eko Yuli di luar zona medali.

Hasil tersebut menjadi akhir dari perjuangan Eko Yuli dalam nomor 65 kilogram putra Asian Games 2026. Pengalaman panjangnya di berbagai ajang internasional menjadi modal penting dalam persaingan, tetapi kali ini ia belum mampu menembus tiga besar.

Eko Yuli merupakan salah satu lifter berpengalaman yang telah lama menjadi bagian dari kontingen Indonesia. Namun, persaingan di kelas 65 kilogram pada Asian Games 2026 berlangsung ketat dengan sejumlah atlet yang mampu membukukan total angkatan di atas 300 kilogram.

Indonesia pun harus melanjutkan perburuan medali dari cabang olahraga lainnya. Kegagalan Eko Yuli meraih podium membuat perhatian kontingen Merah Putih beralih kepada atlet-atlet Indonesia yang masih akan bertanding pada sisa penyelenggaraan Asian Games 2026.