Saham

IHSG Berbalik Melemah 1,08% ke 5.040, Saham BLTZ Hingga WIFI Menyentuh ARB

IHSG terkoreksi 1,08% ke 5.040,06 pada Selasa 3 November 2026. Sejumlah saham menyentuh ARB, sementara AIMS dan BSWD menguat tajam.

IHSG Berbalik Melemah 1,08% ke 5.040, Saham BLTZ Hingga WIFI Menyentuh ARB
Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kehilangan momentum penguatan pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Setelah sempat bergerak di zona hijau pada awal sesi, indeks berbalik arah dan turun 55,04 poin atau 1,08% ke posisi 5.040,06 dalam satu jam perdagangan.

Tekanan pasar juga terlihat dari dominasi saham yang bergerak melemah. Sejumlah emiten bahkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), termasuk MORA dan CBRE. Meski demikian, beberapa saham justru mencatat kenaikan signifikan dan masuk jajaran top gainers.

Mayoritas Saham Bergerak di Zona Merah

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak dalam rentang 5.013 hingga 5.143 pada satu jam perdagangan. Aktivitas transaksi tercatat mencapai 6,68 miliar lembar saham dengan nilai Rp2,47 triliun.

Frekuensi perdagangan mencapai 398.120 kali transaksi. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 429 saham mengalami penurunan, sedangkan 158 saham menguat dan 123 lainnya tidak mengalami perubahan.

Tekanan juga menjalar ke kelompok saham berkapitalisasi besar. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan tercatat melemah 0,9%, menunjukkan koreksi tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua dan ketiga.

Pergerakan Bursa Asia Belum Kompak

Pelemahan IHSG berlangsung ketika sejumlah bursa utama Asia juga bergerak negatif. Indeks Straits Times Singapura terkoreksi 0,64%, sedangkan Shanghai Composite China turun lebih dalam sebesar 0,91%.

Berbeda dengan kedua indeks tersebut, Hang Seng Hong Kong justru berhasil naik 0,45%. Sementara itu, perdagangan saham di Jepang tidak berlangsung karena bursa Nikkei sedang libur.

Perbedaan arah pergerakan tersebut menunjukkan kondisi pasar regional belum sepenuhnya seragam. Di dalam negeri, tekanan jual yang lebih besar dibandingkan aktivitas pembelian membuat IHSG kehilangan penguatan pada awal perdagangan.

Enam Saham Terseret hingga Batas ARB

Sejumlah emiten masuk daftar top losers setelah harga sahamnya merosot lebih dari 6%. Penurunan tersebut membawa beberapa saham menyentuh batas auto rejection bawah.

PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) memimpin daftar saham yang terkoreksi dengan penurunan 6,94% ke Rp2.680. Berikutnya, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) turun 6,84% menjadi Rp1.975 dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melemah 6,82% ke Rp41.

Tekanan juga dialami PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang turun 6,67% menjadi Rp490. Sementara PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) terkoreksi 6,54% ke Rp715 dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melemah 6,52% menjadi Rp860.

AIMS dan BSWD Menguat hingga Batas ARA

Di tengah dominasi saham yang melemah, sejumlah emiten justru mencatat kenaikan harga cukup besar. PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) melonjak 24,49% menjadi Rp605, sedangkan PT Bank Of India Indonesia Tbk (BSWD) naik 19,81% ke Rp9.675. Kedua saham tersebut menyentuh batas auto rejection atas (ARA).

Kenaikan juga dicatat PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) sebesar 28,57% menjadi Rp18. PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) menguat 22,99% ke Rp214, sementara PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) naik 17,89% menjadi Rp224.

Pergerakan yang berlawanan antara saham-saham tersebut memperlihatkan kondisi perdagangan yang cukup beragam. Namun, tekanan pada mayoritas emiten tetap menjadi faktor utama di balik pelemahan IHSG pada awal sesi Selasa.