Sebanyak 10 saham mencatatkan penurunan harga terbesar (top losers) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang perdagangan 19–23 Oktober 2026. Saham PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menempati posisi pertama setelah harganya merosot 29,92 persen dalam sepekan.
Berdasarkan data statistik perdagangan BEI, harga saham ALDO turun dari Rp1.955 pada penutupan pekan sebelumnya menjadi Rp1.370 per saham pada Jumat (23/10/2026). Dengan demikian, saham emiten tersebut kehilangan Rp585 per lembar dalam satu pekan perdagangan.
Penurunan ALDO terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencatatkan penguatan sebesar 4,90 persen menjadi 5.439,258 pada akhir pekan.
Selain ALDO, sejumlah saham lainnya juga mengalami koreksi lebih dari 20 persen, di antaranya PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA).
Daftar 10 saham paling merugi pekan ini
Berdasarkan laporan perdagangan mingguan BEI, terdapat 10 saham yang mencatatkan penurunan harga antara 15,09 persen hingga 29,92 persen selama periode 19–23 Oktober 2026.
Berikut daftar lengkap 10 saham top losers pekan ini beserta perubahan harga sahamnya.
| No. | Kode saham | Harga sebelumnya | Harga 23 Okt | Penurunan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ALDO | Rp1.955 | Rp1.370 | 29,92% |
| 2 | AIMS | Rp990 | Rp700 | 29,29% |
| 3 | MMIX | Rp830 | Rp590 | 28,92% |
| 4 | IFSH | Rp1.735 | Rp1.310 | 24,50% |
| 5 | ALKA | Rp5.600 | Rp4.380 | 21,79% |
| 6 | AKKU | Rp105 | Rp86 | 18,10% |
| 7 | MSIN | Rp136 | Rp112 | 17,65% |
| 8 | CBPE | Rp630 | Rp520 | 17,46% |
| 9 | MORA | Rp3.910 | Rp3.240 | 17,14% |
| 10 | ARKO | Rp1.855 | Rp1.575 | 15,09% |
ALDO mencatatkan penurunan terdalam, disusul AIMS yang terkoreksi 29,29 persen dari Rp990 menjadi Rp700 per saham.
Posisi ketiga ditempati MMIX dengan penurunan 28,92 persen. Harga saham perusahaan tersebut turun dari Rp830 menjadi Rp590 per lembar.
Sementara itu, IFSH melemah 24,50 persen menjadi Rp1.310, sedangkan ALKA turun 21,79 persen ke level Rp4.380 per saham.
Kelima saham tersebut mencatatkan koreksi lebih dari 20 persen sepanjang periode perdagangan mingguan.
Saham AKKU hingga ARKO juga terkoreksi
Pada posisi keenam, saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) mengalami penurunan sebesar 18,10 persen. Harga sahamnya berubah dari Rp105 menjadi Rp86 per lembar.
Selanjutnya, saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melemah 17,65 persen, dari Rp136 menjadi Rp112 per saham.
Saham PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) juga masuk daftar top losers setelah turun 17,46 persen. Harga CBPE menyusut dari Rp630 menjadi Rp520.
Di posisi kesembilan, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) turun 17,14 persen menjadi Rp3.240 dari sebelumnya Rp3.910.
Daftar 10 saham dengan penurunan terbesar ditutup oleh PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). Saham tersebut melemah 15,09 persen, dari Rp1.855 menjadi Rp1.575 per lembar.
Perubahan harga tersebut merupakan perbandingan antara penutupan perdagangan pekan sebelumnya dan penutupan Jumat (23/10/2026), bukan perubahan harga dalam satu hari perdagangan.
IHSG justru menguat 4,90 persen dalam sepekan
Berbeda dengan 10 saham yang mengalami koreksi terbesar, kinerja pasar saham Indonesia secara keseluruhan mencatatkan penguatan selama periode 19–23 Oktober 2026.
Berdasarkan data BEI, IHSG naik 4,90 persen dari posisi 5.185 pada pekan sebelumnya menjadi 5.439,258.
Kenaikan indeks tersebut juga diikuti pertumbuhan kapitalisasi pasar sebesar 4,66 persen, dari Rp9.157 triliun menjadi Rp9.583 triliun.
Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 25,42 persen menjadi Rp20,34 triliun, dibandingkan Rp16,22 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 13,80 persen menjadi 1,95 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,72 juta kali transaksi.
Adapun rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 9,93 persen menjadi 39,96 miliar saham, dibandingkan 44,10 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Berikut ringkasan statistik perdagangan BEI selama sepekan.
| Indikator | Perubahan |
|---|---|
| IHSG | Naik 4,90% |
| Kapitalisasi pasar | Naik 4,66% |
| Rata-rata nilai transaksi harian | Naik 25,42% |
| Rata-rata frekuensi transaksi harian | Naik 13,80% |
| Rata-rata volume transaksi harian | Turun 9,93% |
Dalam periode yang sama, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp6,67 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp3,19 triliun pada pekan sebelumnya.
ALDO turun paling dalam saat sejumlah saham melonjak
Perdagangan pekan ketiga Oktober 2026 juga mencatat perbedaan kinerja yang cukup besar antara saham dengan kenaikan tertinggi dan saham yang mengalami penurunan terdalam.
Ketika ALDO merosot 29,92 persen, saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) justru memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 87,11 persen.
Harga saham TRUK melonjak dari Rp3.220 menjadi Rp6.025 per lembar dalam satu pekan perdagangan.
Selain TRUK, saham PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) menguat 70,57 persen, sedangkan saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) naik 63,64 persen.
Perbedaan pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan IHSG tidak selalu diikuti seluruh saham yang tercatat di BEI.
Secara keseluruhan, ALDO menjadi saham dengan penurunan harga terbesar pada periode 19–23 Oktober 2026, sementara IHSG menutup pekan dengan penguatan 4,90 persen ke level 5.439,258.








