— Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyerukan partisipasi seluruh sumber daya manusia (SDM) di Sekolah Rakyat untuk bergabung dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Ajakan ini bertujuan agar mereka mendaftarkan diri sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Gerakan Nasional Peduli Tetangga dirancang sebagai inisiatif kepedulian sosial yang berfokus pada identifikasi dan bantuan bagi tetangga atau keluarga yang membutuhkan bantuan sosial (bansos) namun belum terdata. Prosesnya dilakukan melalui pendaftaran bansos secara digital.

Gus Ipul menekankan pentingnya gerakan ini mengingat tidak semua warga memiliki akses terhadap telepon pintar, literasi digital yang memadai, kelengkapan dokumen, atau keberanian untuk melakukan pendaftaran secara mandiri.

“Saya mengajak Bapak-Ibu sekalian semua, untuk bersedia menjadi Agen Perlinsos. Supaya data kita makin akurat, mari kita peduli sama tetangga kita, kalau kita tidak bisa menjangkau yang lain, tetangga kita dululah,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, keterlibatan SDM Sekolah Rakyat sebagai Agen Perlinsos merupakan wujud nyata Kemensos dalam membantu Presiden Prabowo Subianto mengimplementasikan amanat Pasal 34 ayat (1) UUD Republik Indonesia 1945, yang menyatakan bahwa ‘fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara’.

“Ingat baik-baik ini, intinya kita sedang membantu Presiden Prabowo Subianto untuk kerja cepat eksekusi Pasal 34,” imbuhnya.

Gus Ipul menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan yang dilakukan langsung oleh negara memerlukan data yang akurat agar program bantuan sosial dapat tepat sasaran dan menjangkau penerima manfaat yang benar-benar berhak.

“Kalau datanya akurat, maka yang akan sekolah di sekolah rakyat, iya akan anak-anak yang memang membutuhkan bantuan negara,” jelasnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah telah berupaya menghadirkan data tunggal yang terintegrasi melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 terkait Digitalisasi Terpadu Sistem Elektronik Nasional (DTSEN). Data ini dikonsolidasikan dan diperbarui setiap tiga bulan sekali, mengingat sifatnya yang dinamis.

Gus Ipul menambahkan bahwa pemutakhiran data ini memerlukan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui kanal yang disediakan seperti Agen Perlinsos.

“Jangan-jangan di sekitar kita ada orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, dengan memasukkan nama mereka ke dalam data kita. Maka kita akan meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Dengan cara siap menjadi agen perlinsos. Agen perlinsos ini adalah bagian dari digitalisasi bansos,” pungkasnya.