Topik.ID — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat, 11 September 2026. Mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat seiring pergerakan pasar valuta asing yang masih mencermati perkembangan ekonomi global.
Mengacu data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah di pasar spot exchange dibuka turun 38 poin atau 0,22% ke level Rp17.585 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS relatif stabil di posisi 99,072, menunjukkan penguatan dolar masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar.
Rupiah Melemah, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi
Pergerakan rupiah pada awal perdagangan menjadi perhatian investor karena nilai tukar memiliki pengaruh terhadap berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan hingga biaya impor dan kewajiban perusahaan dalam valuta asing.
Di tengah kondisi tersebut, harga dolar AS di sejumlah bank besar nasional menunjukkan level yang berbeda, tergantung jenis transaksi yang digunakan. BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menawarkan kurs beli dan jual dengan spread yang disesuaikan dengan layanan perbankan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pukul 09.07 WIB mencatat kurs e-rate dolar AS di posisi Rp17.595 untuk harga beli dan Rp17.615 untuk harga jual.
Untuk transaksi TT counter, BCA memasang kurs beli Rp17.400 dan kurs jual Rp17.680. Sementara pada bank notes, harga beli dan jual juga berada di level Rp17.400 dan Rp17.680 per dolar AS.
Kurs Dolar di Bank Mandiri dan BRI
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menawarkan special rate dolar AS dengan harga beli Rp17.490 dan harga jual Rp17.520. Kurs tersebut memiliki selisih relatif tipis dibandingkan beberapa jenis transaksi lainnya.
Pada TT counter, Bank Mandiri menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.310 dan harga jual Rp17.610. Sementara untuk bank notes, level kurs yang berlaku sama, yakni Rp17.310 untuk beli dan Rp17.610 untuk jual.
Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menetapkan kurs dolar AS pada harga beli Rp17.511 dan harga jual Rp17.537 per dolar AS.
BNI Pasang Kurs Dolar hingga Rp17.670
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat special rates pada pukul 09.05 WIB dengan kurs beli dolar AS Rp17.525 dan harga jual Rp17.555.
Untuk transaksi TT counter, BNI menetapkan harga beli Rp17.340 dan harga jual Rp17.640. Sedangkan pada transaksi bank notes, harga beli dolar AS berada di Rp17.370 dan harga jual Rp17.670.
Perbedaan kurs tersebut menunjukkan bahwa harga dolar AS di perbankan dapat berubah sesuai jenis transaksi dan waktu pembaruan. Bagi pelaku usaha maupun masyarakat yang memiliki kebutuhan valuta asing, perkembangan rupiah di pasar spot tetap menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan waktu transaksi.
Ikuti Topik.ID
