Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Senin (12/10/2026) dengan penguatan. Pergerakan mata uang Garuda tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berencana melakukan transaksi valuta asing melalui perbankan, baik untuk kebutuhan bisnis maupun keperluan pribadi.
Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot exchange pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka naik 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp17.883 per dolar AS. Di tengah pergerakan tersebut, nasabah dapat membandingkan kurs jual dan beli dolar AS yang ditetapkan sejumlah bank, termasuk BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
Rupiah Menguat Pada Pembukaan Perdagangan
Penguatan rupiah pada awal pekan tercermin dari posisi pembukaan yang lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Jumat (9/10/2026), rupiah berakhir di level Rp17.899 per dolar AS, atau menguat 16 poin.
Kendati demikian, kurs acuan pasar dan nilai tukar yang berlaku di bank tidak selalu sama. Setiap bank memiliki ketentuan tersendiri berdasarkan jenis transaksi, kanal layanan, serta waktu pembaruan kurs.
Karena itu, nasabah sebaiknya memeriksa kurs yang sesuai dengan transaksi yang akan dilakukan sebelum membeli atau menjual dolar AS.
Kurs Dolar AS Di BCA Senin 12 Oktober 2026
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memperbarui kurs dolar AS pada pukul 09.06 WIB. Untuk layanan e-rate, BCA menetapkan kurs beli sebesar Rp17.870 dan kurs jual Rp17.890 per dolar AS.
Sementara itu, pada layanan TT counter, kurs beli tercatat Rp17.710 dan kurs jual Rp17.990. Angka yang sama juga berlaku untuk transaksi melalui bank notes, dengan kurs beli Rp17.710 dan kurs jual Rp17.990 per dolar AS.
Kurs Dolar AS Di Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan kurs special rate dengan harga beli Rp17.865 dan harga jual Rp17.895 per dolar AS.
Untuk transaksi TT counter, Bank Mandiri memasang kurs beli Rp17.680 dan kurs jual Rp17.980. Ketentuan yang sama juga tercatat pada layanan bank notes, yakni Rp17.680 untuk pembelian dan Rp17.980 untuk penjualan dolar AS.
Kurs Dolar AS Di BRI Dan BNI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menetapkan kurs beli dolar AS sebesar Rp17.870 dan kurs jual Rp17.886 per dolar AS berdasarkan data yang tersedia.
Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada pukul 09.05 WIB menetapkan special rate dengan kurs beli Rp17.877 dan kurs jual Rp17.902 per dolar AS.
Pada layanan TT counter, BNI mencatat kurs beli Rp17.680 dan kurs jual Rp17.980. Nilai yang sama berlaku untuk transaksi bank notes, dengan kurs beli Rp17.680 dan kurs jual Rp17.980 per dolar AS.
Perbandingan Kurs Beli Dan Jual Dolar AS
Berikut rangkuman kurs berdasarkan data yang tersedia pada Senin (12/10/2026).
| Bank dan Layanan | Kurs Beli | Kurs Jual |
|---|---|---|
| BCA e-rate | Rp17.870 | Rp17.890 |
| BCA TT counter | Rp17.710 | Rp17.990 |
| BCA bank notes | Rp17.710 | Rp17.990 |
| Bank Mandiri special rate | Rp17.865 | Rp17.895 |
| Bank Mandiri TT counter | Rp17.680 | Rp17.980 |
| Bank Mandiri bank notes | Rp17.680 | Rp17.980 |
| BRI | Rp17.870 | Rp17.886 |
| BNI special rate | Rp17.877 | Rp17.902 |
| BNI TT counter | Rp17.680 | Rp17.980 |
| BNI bank notes | Rp17.680 | Rp17.980 |
Kurs beli merupakan nilai yang digunakan bank ketika membeli dolar AS dari nasabah, sedangkan kurs jual berlaku ketika bank menjual dolar AS kepada nasabah. Nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga nasabah disarankan mengecek pembaruan resmi sebelum melakukan transaksi.









