Topik.id — Nilai tukar rupiah kembali mencatat penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan Jumat (2/10/2026). Pergerakan mata uang Garuda di pasar spot menunjukkan penguatan tipis setelah perdagangan sebelumnya.
Mengacu pada data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka naik 11 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp17.955 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat menguat tipis 0,01 persen ke level 102,11. Pergerakan rupiah tersebut turut menjadi perhatian di tengah aktivitas transaksi valuta asing pada awal perdagangan.
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.955 per Dolar AS
Penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat membawa mata uang domestik kembali ke level Rp17.955 per dolar AS. Kenaikan tersebut setara 11 poin dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, dolar AS bergerak tipis di pasar global. Indeks dolar tercatat berada di level 102,11 atau naik 0,01 persen. Pergerakan kurs global dan kondisi pasar valuta asing menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati nilai tukar rupiah.
Di pasar perbankan, harga dolar AS dapat berbeda antara satu bank dengan bank lainnya. Perbedaan tersebut juga bergantung pada jenis transaksi, seperti e-rate, special rate, TT counter, maupun bank notes.
Kurs Dolar AS di BCA
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kurs dolar AS pada pukul 09.07 WIB. Melalui e-rate, BCA menetapkan harga beli USD sebesar Rp17.920 dan harga jual Rp17.940.
Untuk transaksi TT counter, harga beli dolar AS berada di Rp17.755, sedangkan harga jual ditetapkan Rp18.035. Sementara melalui bank notes, BCA mencantumkan harga beli Rp17.755 dan harga jual Rp18.035 per dolar AS.
Kurs USD di Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mematok special rate dolar AS dengan harga beli Rp17.880 dan harga jual Rp17.910.
Untuk TT counter, kurs beli tercatat Rp17.690 dan kurs jual Rp17.990. Adapun transaksi melalui bank notes memiliki harga beli Rp17.670 serta harga jual Rp17.970 per dolar AS.
Kurs Dolar AS di BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.914 dan harga jual Rp17.941 per dolar AS.
Kurs tersebut menunjukkan selisih antara harga yang digunakan bank ketika membeli dolar AS dari nasabah dan harga ketika menjual mata uang tersebut kepada nasabah.
Kurs USD di BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada pukul 09.05 WIB menetapkan special rate dengan kurs beli dolar AS Rp17.935 dan kurs jual Rp17.965.
Sementara itu, melalui TT counter, BNI menetapkan harga beli Rp17.735 dan harga jual Rp18.035. Untuk bank notes, kurs beli dolar AS berada di Rp17.800 dan kurs jual Rp18.100.
Pergerakan kurs perbankan dapat berubah sepanjang hari mengikuti kondisi pasar. Karena itu, angka tersebut merupakan posisi kurs pada waktu pemantauan dan dapat mengalami penyesuaian pada sesi perdagangan berikutnya.
