Sepakbola

Manchester United Dibayangi Rapuhnya Lini Belakang Jelang Laga Kontra Como

Manchester United menghadapi masalah rapuhnya lini belakang jelang pertandingan melawan Como di Stadion Giuseppe Sinigaglia.

Manchester United Dibayangi Rapuhnya Lini Belakang Jelang Laga Kontra Como
Pemain Manchester United (Sumber: @ManUtd)

Manchester United menghadapi tantangan serius menjelang pertandingan tandang melawan Como di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Rabu malam WIB. Performa lini pertahanan menjadi perhatian utama setelah Setan Merah menunjukkan sejumlah kelemahan dalam beberapa pertandingan terakhir.

Skuad asuhan Michael Carrick tengah berada dalam periode sulit. Selain kesulitan mengamankan kemenangan, Manchester United juga belum mampu memperlihatkan konsistensi dalam menjaga pertahanan dari tekanan lawan.

Dalam enam pertandingan terakhir di seluruh kompetisi, Manchester United belum sekalipun merasakan kemenangan. Mereka hanya mampu mencatatkan tiga hasil imbang, sementara tiga pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

Persoalan semakin terlihat dari jumlah gol yang bersarang ke gawang Setan Merah. Sepanjang enam pertandingan tersebut, Manchester United telah kebobolan sembilan gol, sebuah catatan yang menunjukkan masih lemahnya koordinasi antarpemain bertahan.

Secara keseluruhan, Manchester United sudah kemasukan 15 gol di berbagai kompetisi musim ini. Dari seluruh pertandingan yang dijalani, mereka baru sekali berhasil mencatatkan clean sheet atau nirbobol.

Satu-satunya pertandingan tanpa kebobolan tersebut terjadi ketika Manchester United mengalahkan Sabah dengan skor telak 4-0 dalam pertandingan Liga Champions.

Michael Carrick Akui Pertahanan Manchester United Bermasalah

Menjelang menghadapi Como, Michael Carrick menyadari bahwa sektor pertahanan menjadi salah satu aspek yang harus segera mendapatkan perhatian. Ia tidak membantah penilaian mengenai rapuhnya lini belakang timnya.

Meski demikian, Carrick menilai para pemain sebenarnya telah memperlihatkan sejumlah perkembangan, terutama ketika menghadapi serangan lawan melalui permainan terbuka.

“Ya, kamu benar sekali, aku tidak bisa membantahnya, kamu tahu? Sebagai sebuah tim dalam permainan terbuka, saat tidak menguasai bola, aku pikir kemarin kami bertahan cukup baik dan tidak memberi banyak kesempatan,” ujar Carrick sebagaimana dikutip dari Manchester Evening News.

Menurut Carrick, persoalan pertahanan Manchester United tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghentikan serangan terbuka. Situasi bola mati juga menjadi salah satu kelemahan yang perlu diperbaiki.

Ia mengakui bahwa kemampuan lawan memanfaatkan peluang dari skema set-piece telah memberikan dampak terhadap hasil pertandingan yang dijalani Manchester United.

“Kami tahu mereka adalah tim yang bagus dalam situasi bola mati (set-piece), dan pada akhirnya hal itulah yang menjadi pembeda bagi mereka. Jadi, jelas ada bagian dari permainan kami yang harus ditingkatkan agar segalanya menjadi lebih mudah, kami sangat menyadari hal itu,” tambahnya.

Manchester United Dituntut Bangkit saat Melawan Como

Pertandingan menghadapi Como menjadi kesempatan bagi Manchester United untuk mengakhiri rentetan hasil negatif sekaligus memperbaiki organisasi pertahanan mereka.

Carrick membutuhkan respons positif dari para pemainnya, terutama dalam menjaga konsentrasi ketika kehilangan penguasaan bola maupun menghadapi situasi bola mati.

Kegagalan mengantisipasi kedua situasi tersebut berpotensi kembali menyulitkan Manchester United dalam upaya meraih hasil maksimal di markas Como.

Dengan catatan sembilan kali kebobolan dalam enam pertandingan terakhir, perbaikan lini belakang menjadi pekerjaan penting bagi Carrick apabila ingin membawa Setan Merah kembali ke jalur kemenangan.