PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge merombak jajaran pimpinan perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (21/10/2026). Rapat tersebut menyetujui pengangkatan Fadel Muhammad sebagai komisaris utama dan Shannedy Ong sebagai direktur utama, sekaligus menyepakati penambahan kegiatan usaha serta perubahan ketentuan kewenangan direksi.
Pergantian kepemimpinan ini berlangsung ketika Surge tengah mempercepat ekspansi infrastruktur internet melalui jaringan serat optik atau fiber to the home (FTTH) dan fixed wireless access (FWA). Perseroan juga memperluas cakupan bisnis dengan menambahkan kegiatan konstruksi sentral telekomunikasi untuk mendukung kebutuhan konektivitas pelanggan korporasi.
Fadel Muhammad dan Shannedy Ong Pimpin Surge
Fadel Muhammad sebelumnya menjabat sebagai komisaris Surge sebelum dipercaya memimpin dewan komisaris. Ia memiliki pengalaman di pemerintahan, termasuk pernah menjadi menteri kelautan dan perikanan serta gubernur Provinsi Gorontalo.
Sementara itu, Shannedy Ong yang sebelumnya menjabat direktur sekaligus chief commercial officer kini menduduki posisi direktur utama. Sebelum bergabung dengan Surge, ia pernah menjabat country managing director Qualcomm Indonesia dan vice president Ericsson Indonesia.
Manajemen menyatakan, pengangkatan keduanya diharapkan menjaga kesinambungan strategi perusahaan, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta mempercepat pengambilan keputusan dalam menghadapi perkembangan industri telekomunikasi.
Susunan dewan komisaris kini terdiri atas Fadel Muhammad sebagai komisaris utama dan Doni Satiaji Soetadi sebagai komisaris independen. Adapun jajaran direksi dipimpin Shannedy Ong, didampingi Andrew, Yune Marketatmo, dan Mohammad Mustaghfirin.
Surge Tambah Kegiatan Usaha Konstruksi Telekomunikasi
RUPSLB turut menyetujui penambahan kegiatan usaha konstruksi sentral telekomunikasi dengan klasifikasi KBLI 42206. Setelah memperoleh persetujuan perubahan anggaran dasar dan penyesuaian perizinan, Surge dapat mengerjakan pembangunan fasilitas telekomunikasi secara langsung, termasuk untuk pelanggan bisnis yang membutuhkan jaringan di berbagai lokasi.
Ekspansi tersebut menyasar kawasan komersial, perumahan, industri, pendidikan, pemerintahan, hingga ruang publik. Rencana penambahan kegiatan usaha ini telah melalui kajian kelayakan independen yang menyimpulkan bahwa rencana tersebut layak berdasarkan aspek pasar, teknis, manajemen, pola bisnis, dan keuangan.
Selain itu, pemegang saham menyetujui perubahan pasal 12 ayat (13) anggaran dasar terkait kewenangan direksi. Ketentuan baru memberikan kewenangan kepada direktur utama untuk mewakili perseroan. Jika berhalangan, dua direktur dapat bertindak bersama-sama atas nama perusahaan.
Target Ekspansi Jaringan Internet hingga Akhir 2026
Dari sisi operasional, jaringan FWA Internet Rakyat yang dikelola PT Telemedia Komunikasi Pratama telah mencapai lebih dari 3.100 site terintegrasi dan beroperasi. Infrastruktur tersebut mencakup lebih dari 9.000 unit radio dan menjangkau sekitar 3,1 juta rumah tangga.
Surge menargetkan jumlah site meningkat menjadi lebih dari 5.500 hingga akhir 2026. Sementara itu, layanan FTTH Starlite yang dikelola PT Integrasi Jaringan Ekosistem diarahkan untuk mencapai 3,5 juta home pass pada periode yang sama.
Direktur Utama Surge Shannedy Ong menegaskan bahwa perusahaan kini berfokus pada pelaksanaan strategi ekspansi dan penguatan kemitraan guna memperluas akses internet berkualitas dengan harga terjangkau.
Di sisi pengawasan, Fadel Muhammad menyatakan komitmennya menjalankan tata kelola perusahaan secara baik demi kepentingan seluruh pemegang saham, termasuk investor publik. Ia juga menyampaikan salam dari Hashim S. Djojohadikusumo yang tidak melanjutkan jabatan komisaris utama karena kesibukan lainnya.
Fadel berharap kepemimpinan baru dapat membawa Surge tumbuh lebih kuat seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital di Indonesia.







