— Meta Platforms mulai memperlihatkan strategi baru untuk menghasilkan pendapatan dari investasi kecerdasan buatan yang selama ini membutuhkan belanja modal sangat besar. Peluncuran Muse, agen AI personal yang dapat menjalankan berbagai tugas atas nama pengguna, menjadi salah satu bagian penting dari strategi tersebut.

Kehadiran Muse juga mendapat perhatian dari pasar karena menawarkan model bisnis berbayar di atas layanan dasar gratis. Meta memperkenalkan Muse pada 8 September 2026 sebagai agen AI yang bukan hanya memberikan jawaban, tetapi dapat melakukan sejumlah pekerjaan digital berdasarkan instruksi pengguna.

Muse Bawa Konsep Baru Agen AI Meta

Berbeda dari chatbot yang umumnya berhenti setelah memberikan respons, Muse dirancang untuk menjalankan pekerjaan secara langsung. Meta menyebut layanan tersebut dapat membantu mengirim email, memesan perjalanan, serta menangani berbagai tugas lain melalui aplikasi dan layanan yang dihubungkan pengguna.

Muse berjalan menggunakan Muse Secure VM, lingkungan virtual khusus yang memisahkan agen dan data pengguna. Pengguna juga dapat menentukan aplikasi apa saja yang boleh diakses serta seberapa besar kewenangan yang diberikan kepada Muse.

Layanan ini menggunakan model Muse Spark yang dikembangkan Meta untuk kebutuhan pekerjaan berbasis agen. Muse tersedia melalui aplikasi iOS dan Android, situs muse.ai, serta WhatsApp untuk pengguna di Amerika Serikat pada tahap awal peluncuran.

Belanja AI Meta Mencapai Ratusan Miliar Dolar

Langkah monetisasi tersebut menjadi penting karena Meta harus mengeluarkan investasi besar untuk membangun infrastruktur AI. Dalam laporan kuartal II 2026, Meta mencatat belanja modal sebesar US$31,08 miliar pada periode tersebut.

Untuk sepanjang 2026, perusahaan memperkirakan belanja modal berada di kisaran US$130 miliar hingga US$145 miliar. Dana tersebut digunakan antara lain untuk infrastruktur komputasi yang mendukung pengembangan dan pengoperasian AI.

Di sisi bisnis, Meta masih sangat bergantung pada iklan. Pendapatan perusahaan pada kuartal II 2026 mencapai US$60,8 miliar, naik 28 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, pendapatan iklan mencapai US$59,36 miliar. Sementara pendapatan lainnya tercatat sekitar US$1,01 miliar.

Langganan Jadi Jalur Monetisasi Baru

Muse menawarkan akses gratis untuk penggunaan dasar, sementara pengguna dengan kebutuhan lebih besar dapat memilih paket berlangganan. Meta menyediakan paket berbayar dengan harga US$20 dan US$100 per bulan.

Skema tersebut memberikan Meta sumber pendapatan yang berbeda dari iklan. Jika pengguna bersedia membayar untuk menyerahkan berbagai pekerjaan digital kepada agen AI, layanan tersebut berpotensi menjadi bisnis berulang berbasis langganan.

Meta juga telah memperluas strategi serupa melalui Meta One, layanan berlangganan yang menggabungkan sejumlah fitur premium di Facebook, Instagram, WhatsApp, dan kemampuan AI. Paket Meta One tersedia dalam beberapa tingkatan untuk pengguna individu, kreator, maupun bisnis.

Kinerja Muse Mulai Jadi Perhatian Investor

Respons awal terhadap Muse ikut menjadi perhatian pelaku pasar. Pada Senin, 21 September 2026, saham Meta melonjak 11,4 persen dan mencatat kenaikan harian terbesar sejak April 2025, sementara sejumlah analis menilai keberhasilan awal Muse dapat menjadi salah satu katalis bagi perusahaan.

Goldman Sachs juga mempertahankan pandangan positif terhadap saham Meta dalam laporan yang menjadi dasar artikel sumber. Namun, target harga dan rekomendasi analis merupakan penilaian pihak ketiga, bukan jaminan terhadap kinerja saham.

Di sisi lain, Meta masih menghadapi tantangan untuk mengubah popularitas Muse menjadi bisnis jangka panjang. Agen AI membutuhkan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi karena dapat berinteraksi dengan email, belanja, kalender, dan layanan digital pengguna.

Risiko Privasi dan Integrasi Masih Mengikuti

Perluasan kemampuan Muse juga menghadirkan tantangan baru. Amazon telah membatasi akses Muse ke platform belanjanya dengan alasan keamanan dan privasi, termasuk kekhawatiran terkait cara agen AI berinteraksi dengan layanan pihak ketiga.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan agen AI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologinya. Meta juga perlu mendapatkan persetujuan dari berbagai platform serta membangun kepercayaan pengguna.

Bagi Meta, Muse menjadi eksperimen penting untuk membuktikan apakah investasi besar pada AI dapat menghasilkan sumber pendapatan baru. Keberhasilan strategi tersebut akan sangat bergantung pada jumlah pengguna yang bertahan, kesediaan mereka membayar layanan premium, serta kemampuan perusahaan mengelola isu keamanan dan privasi.