— Meta terus memperkuat langkahnya di pasar agen kecerdasan buatan melalui Muse. Aplikasi AI personal tersebut baru diluncurkan pada 8 September 2026, tetapi sudah bergerak cepat di tangga aplikasi gratis Amerika Serikat dan mencatat jutaan unduhan.

Data perusahaan analitik Sensor Tower menunjukkan Muse telah diunduh lebih dari 2,5 juta kali hingga Senin. Aplikasi ini bahkan sempat mengambil posisi teratas dari ChatGPT di Apple App Store AS pada Jumat, menandai persaingan baru di antara layanan AI yang semakin ramai.

Muse Salip ChatGPT di App Store AS

Muse berhasil menduduki posisi nomor satu aplikasi gratis di Apple App Store AS setelah mengungguli ChatGPT. Dalam sekitar lima hari pertama setelah dirilis, aplikasi Meta tersebut telah mengumpulkan sekitar 730.000 unduhan.

Pertumbuhan kemudian berlanjut hingga jumlah unduhannya menembus 2,5 juta dalam 13 hari setelah peluncuran. Angka itu menempatkan Muse di atas sejumlah aplikasi AI pesaing, termasuk Claude dan Grok.

Sensor Tower mencatat Claude memperoleh sekitar 400.000 unduhan, sedangkan Grok berada di kisaran 200.000 unduhan dalam periode 13 hari setelah masing-masing aplikasi diluncurkan. Namun, ChatGPT masih mencatat angka lebih tinggi dengan sekitar 3,1 juta unduhan pada periode yang sama.

Perbandingan tersebut perlu memperhatikan jadwal ketersediaan masing-masing aplikasi di iOS dan Android karena peluncuran yang tidak bersamaan dapat memengaruhi total unduhan.

Distribusi Muse Terbagi antara iOS dan Android

Dari total unduhan Muse, sekitar 1,5 juta berasal dari Apple App Store dan sekitar 1,1 juta dari Google Play hingga Senin.

Distribusi tersebut menunjukkan aplikasi Meta mendapatkan respons dari pengguna dua platform utama. Meski demikian, angka unduhan tidak secara langsung menggambarkan jumlah pengguna aktif karena seseorang dapat mengunduh aplikasi tanpa menggunakannya secara rutin.

Performa Muse dalam beberapa pekan mendatang akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah lonjakan awal tersebut dapat dipertahankan.

Meta Dorong Konsep Agen AI untuk Konsumen

Meta mengembangkan Muse bukan sekadar sebagai chatbot, tetapi sebagai agen digital yang dapat membantu pengguna menjalankan sejumlah aktivitas di internet.

Aplikasi tersebut dirancang agar pengguna dapat memberikan instruksi kepada agen untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu, termasuk mengisi formulir elektronik dan mengatur kotak masuk email. Teknologi Muse ditopang keluarga model AI Muse Spark yang dikembangkan Meta.

Langkah tersebut memperlihatkan fokus baru perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg dalam mengembangkan agen AI untuk pengguna umum. Teknologi agen sebelumnya lebih banyak digunakan oleh pengembang dan pengguna teknologi, sementara Meta berupaya membawanya ke pasar konsumen yang lebih luas.

Model Bisnis Muse Mulai Disiapkan

Muse dapat digunakan secara gratis, tetapi Meta juga menyediakan pilihan berlangganan berbayar. Paket tersebut dibanderol 20 dolar AS atau 100 dolar AS per bulan, tergantung tingkat penggunaan.

Model berlangganan membuka peluang bagi Meta untuk mendapatkan pendapatan langsung dari layanan AI. Strategi ini berbeda dari model bisnis utama perusahaan yang selama ini sangat bergantung pada iklan digital.

Namun, keberhasilan komersial Muse masih perlu dilihat. Sejumlah layanan AI sebelumnya juga mengalami lonjakan popularitas setelah peluncuran, tetapi tidak semuanya mampu mempertahankan momentum dalam jangka panjang.

Amazon Batasi Akses Muse, Shopify Justru Bermitra

Pertumbuhan Muse juga memunculkan perdebatan mengenai keamanan dan privasi agen AI. Amazon diketahui memblokir akses Muse ke situs belanjanya karena menyatakan terdapat risiko keamanan dan privasi.

Amazon mengatakan Muse tidak memberi pemberitahuan sebelumnya terkait akses ke platform tersebut. Perusahaan juga menyoroti cara agen AI berinteraksi dengan fitur personalisasi belanja serta kekhawatiran mengenai kredensial pelanggan dan data akun.

Di sisi lain, Shopify mengambil pendekatan berbeda. CEO Shopify Tobias Lütke mengumumkan kerja sama dengan Meta untuk mendukung akses Muse dan memungkinkan fitur agentic checkout di toko online yang menggunakan platform tersebut.

Perbedaan sikap Amazon dan Shopify memperlihatkan bahwa perkembangan agen AI tidak hanya berdampak pada persaingan aplikasi, tetapi juga mulai mengubah cara layanan digital berinteraksi dengan situs dan platform pihak ketiga.