Tingkat kepercayaan pelaku industri terhadap iklim bisnis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menunjukkan tren positif. Berdasarkan temuan Customer Satisfaction Survey (CSS) semester I-2026, sebanyak 74,07% dari total responden menyatakan optimistis atau sangat optimistis menatap prospek bisnis mereka satu tahun ke depan.
Survei tersebut melibatkan 59 responden yang berasal dari 12 perusahaan tenant sektor manufaktur aktif. Selain mencatat lonjakan optimisme, hasil evaluasi juga memperlihatkan peningkatan pada berbagai indikator penting terkait kepuasan serta tingkat keterlibatan penyewa kawasan.
Angka Net Promoter Score (NPS) KEK Industropolis Batang tercatat menanjak ke posisi +54,24, mengalami kenaikan dari catatan sebelumnya yang berada di angka +50,00. Di samping itu, Customer Engagement Index (CEI) turut mengalami pertumbuhan sebesar 4,42%.
Perkembangan indikator tersebut mencerminkan semakin baiknya relasi antara pihak manajemen pengelola dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan. Data ini sekaligus dimanfaatkan sebagai instrumen evaluasi guna menyempurnakan layanan penunjang operasional industri.
Peningkatan performa manajemen juga tampak dari efektivitas penanganan aduan. Sepanjang semester I-2026, pengelola sukses menuntaskan 77 dari total 98 laporan keluhan yang masuk, atau setara dengan tingkat penyelesaian mencapai 78,57%.
Capaian penyelesaian aduan tersebut melesat jauh apabila dikomparasikan dengan kinerja tahun 2025 yang bertengger di angka 21,33%. Terkait kecepatan penanganan, sebanyak 96 keluhan atau setara 97,96% dari keseluruhan aduan telah mendapatkan respons awal dari manajemen.
Direktur Operasional KEK Industropolis Batang, Nurjaman mengemukakan bahwa kepuasan para tenant memegang peranan krusial dalam memajukan kawasan industri. Menurutnya, manajemen wajib menjamin ketersediaan infrastruktur, utilitas, serta pelayanan prima demi kelangsungan aktivitas bisnis perusahaan.
“Kepuasan tenant bukan sekadar capaian dalam angka, tetapi cerminan upaya kami memastikan kawasan mampu mendukung keberlangsungan operasional industri,” ujar Nurjaman dalam keterangannya, dikutip pada Jumat (16/10/2026).
Ia menegaskan, temuan survei ini bakal difungsikan sebagai landasan utama untuk memperkokoh keandalan fasilitas dasar, mendongkrak mutu pelayanan, serta menanggapi setiap kebutuhan tenant secara lebih tepat sasaran.
“Kami ingin setiap pelaku industri di KEK Industropolis Batang memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh dan meningkatkan daya saingnya,” tambahnya.
Berdasarkan hasil CSS semester I-2026, sektor utilitas utama kawasan juga menunjukkan performa yang memuaskan. Sistem drainase serta ketersediaan pasokan air bersih bagi industri dinilai konsisten dalam mengakomodasi kebutuhan operasional harian para penyewa.
Kendati demikian, manajemen tetap memetakan sejumlah sektor yang memerlukan optimalisasi lanjutan. Fokus pembenahan ke depan meliputi aspek konektivitas dan logistik, kelengkapan fasilitas umum, sistem penerangan jalan, tingkat aksesibilitas, serta efisiensi prosedur administrasi.
Seluruh catatan dan masukan dari para tenant tersebut selanjutnya dipakai untuk merumuskan prioritas pengembangan kawasan pada fase berikutnya.
Bagi kalangan investor, daya tarik sebuah kawasan industri tidak semata-mata ditentukan oleh luas lahan dan infrastruktur fisik semata. Konsistensi pengelola dalam menghadirkan layanan yang handal serta responsif terhadap kebutuhan operasional perusahaan menjadi variabel penentu dalam menjaga kelangsungan penanaman modal.
Di samping menggenjot sektor infrastruktur dan layanan, KEK Industropolis Batang turut mengimplementasikan program pengembangan sumber daya manusia guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di bidang manufaktur.
Salah satu inisiatif strategis yang sudah direalisasikan adalah pelaksanaan program PRIMA 2026 atau Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan. Melalui program ini, pelatihan kerja telah diberikan kepada 160 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).
Langkah peningkatan kompetensi tenaga kerja ini berjalan berkat kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang, serta PT Trax Sumbiri Indo.
Sinergi tersebut difokuskan untuk mencetak tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian selaras dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri di dalam kawasan.
Lebih lanjut, laporan CSS semester I-2026 turut menyarankan pembentukan portal bursa kerja terintegrasi beserta penyelenggaraan program pelatihan tambahan. Usulan ini bertujuan untuk menjembatani antara kebutuhan spesifik perusahaan dengan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten.
Penguatan kapasitas tenaga kerja ini menjadi bagian integral dari strategi pengelola dalam merintis ekosistem industri yang berkelanjutan sekaligus membuka seluas-luasnya kesempatan kerja bagi warga di sekitar kawasan.
Mengusung prinsip Smart, Green, and Sustainable, KEK Industropolis Batang terus berkomitmen membangun sentra industri yang terpadu, berdaya saing tinggi, serta berwawasan lingkungan.
Seluruh hasil evaluasi semester I-2026 ini akan dijadikan pijakan strategis guna melanjutkan perbaikan mutu pelayanan, mempererat kemitraan bersama tenant, serta mengoptimalkan kualitas tenaga kerja.
Lewat rangkaian langkah tersebut, KEK Industropolis Batang optimistis mampu mendongkrak daya tarik investasi sekaligus mengakselerasi pertumbuhan sektor industri dan ekonomi masyarakat regional.









