Bisnis

Leonard Hartono Ungkap Strategi Membangun dan Menjaga Kekayaan, Investor Perlu Bedakan Cara Mengelola Risiko

Leonard Hartono menjelaskan perbedaan strategi membangun dan menjaga kekayaan, mulai dari keberanian mengambil risiko hingga pentingnya diversifikasi.

Leonard Hartono Ungkap Strategi Membangun dan Menjaga Kekayaan, Investor Perlu Bedakan Cara Mengelola Risiko
Foto: Instagram/@leonhartono

Investasi kerap menjadi pilihan untuk meningkatkan kekayaan sekaligus mempersiapkan kebutuhan finansial pada masa mendatang. Namun, keberhasilan mengumpulkan aset tidak otomatis membuat seseorang mampu mempertahankannya. Strategi yang digunakan untuk memperbesar kekayaan perlu dibedakan dari pendekatan untuk melindungi aset yang sudah dimiliki.

Pengusaha sekaligus kreator konten edukasi keuangan, Leonard Hartono, menyoroti pentingnya memahami perbedaan kedua pendekatan tersebut. Melalui kanal YouTube Leon Hartono, ia menjelaskan bahwa strategi investasi sebaiknya mengikuti kondisi keuangan dan tahap kehidupan seseorang, termasuk kemampuan menanggung kerugian serta sumber pendapatan yang tersedia.

Membangun Kekayaan Membutuhkan Keberanian Mengambil Risiko

Leonard dikenal melalui kanal YouTube The Overpost yang membahas keuangan, bisnis, dan investasi. Ia merupakan lulusan Haas School of Business, University of California, Berkeley, serta pendiri bisnis properti SewaKantorCBD yang kemudian berkembang menjadi SpaceStock.

Dalam pembahasan mengenai pengelolaan kekayaan, Leonard menjelaskan bahwa seseorang yang sedang berupaya memperbesar aset mungkin perlu mengambil risiko lebih tinggi. Pendekatan tersebut dapat melibatkan investasi dengan potensi keuntungan besar, konsentrasi dana pada peluang tertentu, hingga penggunaan utang secara terukur.

Meski demikian, strategi agresif bukan berarti mengambil risiko tanpa perhitungan. Investor tetap perlu memahami kemungkinan kerugian, menilai kemampuan finansial, dan memastikan keputusan yang diambil sesuai dengan tujuan investasi.

Leonard menekankan bahwa keterampilan untuk mengumpulkan kekayaan tidak sama dengan kemampuan mempertahankannya.

“Skill membangun kekayaan itu sangat berbeda dengan skill menjaga kekayaan. Membangun, lu itu harus agresif, harus mengambil risiko, terkonsentrasi, kadang ambil utang, sizing yang gede. Menjaga kekayaan, otaknya itu harus benar-benar so-switching. Lu itu butuh jadi orang yang paranoid, butuh diversifikasi dan tidak boleh ambil utang,” dikutip dari kanal YouTube Leon Hartono, Jumat (23/10/2026).

Menjaga Aset Memerlukan Strategi Lebih Konservatif

Ketika kekayaan telah terkumpul, prioritas pengelolaan keuangan dapat berubah. Fokusnya bukan lagi semata-mata mengejar pertumbuhan aset, melainkan mengurangi kemungkinan kerugian besar yang dapat mengganggu kestabilan finansial.

Pendekatan konservatif menempatkan perlindungan modal dan pengendalian risiko sebagai pertimbangan utama. Salah satu caranya adalah melakukan diversifikasi dengan membagi investasi ke beberapa instrumen, sehingga kondisi buruk pada satu aset tidak sepenuhnya menentukan nilai keseluruhan portofolio.

Investor juga perlu berhati-hati terhadap penggunaan utang. Kewajiban pembayaran dapat menjadi beban ketika pendapatan menurun atau investasi mengalami kerugian. Karena itu, keputusan finansial perlu mempertimbangkan kemampuan membayar kewajiban dalam berbagai kondisi.

Tahap Kehidupan Menentukan Pilihan Investasi

Perbedaan kebutuhan terlihat ketika membandingkan seseorang yang masih bekerja dengan orang yang telah memasuki masa pensiun. Individu yang mempunyai penghasilan rutin mungkin memiliki kesempatan untuk memulihkan kerugian melalui pendapatan berikutnya.

Sebaliknya, pensiunan cenderung lebih mengandalkan aset yang telah dikumpulkan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Kerugian besar pada tahap tersebut dapat lebih sulit dipulihkan karena sumber pendapatan aktif mungkin sudah berkurang.

Selain menghindari utang berlebihan, investor perlu memperhatikan likuiditas agar dana dapat dicairkan ketika dibutuhkan. Diversifikasi juga perlu disesuaikan dengan tujuan dan toleransi risiko masing-masing.

Pada akhirnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari pertumbuhan kekayaan, tetapi juga kemampuan mempertahankannya. Memahami kondisi keuangan dan menyesuaikan strategi dengan tahap kehidupan menjadi langkah penting untuk mengelola aset secara lebih berkelanjutan.