Topik.id — Alasan Rizki Juniansyah tidak dapat memperkuat Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya akhirnya mendapat penjelasan resmi. PABSI, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Rizki menyampaikan pernyataan bersama pada Minggu (27/9/2026) mengenai kondisi yang membuat lifter tersebut batal tampil di Jepang.
Rizki sebelumnya masuk dalam kontingen Indonesia dan diproyeksikan turun di nomor 85 kilogram putra. Namun, namanya tidak tercantum dalam start list package yang menjadi dokumen resmi perlombaan dan memuat daftar peserta, jadwal, pembagian grup, serta kode IWF. Dokumen tersebut telah disusun sejak Senin (21/9/2026) setelah proses verifikasi akhir Delegasi Teknis.
Rizki Tidak Bisa Bertanding di Asian Games 2026
Rizki Juniansyah merupakan salah satu atlet andalan Indonesia di cabang angkat besi. Ia datang dengan rekam jejak prestasi besar, termasuk status sebagai peraih medali emas Olimpiade 2024 dan Piala Dunia IWF.
Sebelum Asian Games 2026 berlangsung, Rizki juga telah berangkat ke Jepang bersama kontingen Indonesia. Ia sedianya tampil di kelas 85 kilogram, sedangkan Rahmat Erwin Abdullah dijadwalkan berlaga pada kelas 75 kilogram.
Namun, rencana tersebut berubah setelah Rizki mendapat penangguhan sementara dari International Weightlifting Federation (IWF).
Dalam pernyataan bersama, PABSI, KOI, dan Rizki menjelaskan bahwa permohonan untuk mencabut provisional suspension tersebut telah diajukan ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Akan tetapi, permohonan itu ditolak sehingga Rizki tidak dapat mengikuti kompetisi di Aichi-Nagoya.
Suspensi Berkaitan dengan Kewajiban Whereabouts
PABSI, KOI, dan Rizki menegaskan bahwa provisional suspension yang dijatuhkan IWF merupakan tindakan prosedural selama proses pemeriksaan kasus yang sedang berjalan.
Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran kewajiban keberadaan atau whereabouts. Dalam sistem anti-doping, kewajiban tersebut berhubungan dengan ketersediaan atlet untuk menjalani tes doping di luar masa kompetisi.
Ketiga pihak juga menekankan bahwa penangguhan sementara tidak sama dengan keputusan akhir mengenai adanya pelanggaran anti-doping.
Pokok perkara disebut belum memasuki tahap pemeriksaan substansi. Dengan demikian, status provisional suspension yang membuat Rizki tidak bisa bertanding di Asian Games 2026 masih menjadi bagian dari proses hukum yang berlangsung.
PABSI dan KOI Tegaskan Bukan Kasus Zat Terlarang
Pernyataan bersama tersebut turut menjelaskan bahwa perkara yang dihadapi Rizki tidak berkaitan dengan penggunaan zat terlarang.
PABSI, KOI, dan Rizki menyebut kasus tersebut tidak melibatkan zat terlarang apa pun. Mereka juga menyatakan Rizki tidak pernah mendapatkan hasil tes positif sepanjang kariernya.
Pemeriksaan doping terakhir terhadap Rizki disebut berlangsung pada Agustus 2026. Hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan tidak menunjukkan adanya zat terlarang.
Penjelasan ini diberikan untuk membedakan perkara yang sedang dihadapi Rizki dengan kasus doping yang berkaitan langsung dengan temuan zat terlarang dalam sampel atlet.
Rizki Siapkan Pembelaan di Hadapan CAS
Rizki disebut membantah tuduhan yang menjadi dasar perkara tersebut. Ia juga akan melanjutkan proses pembelaan di hadapan CAS dengan mendapatkan dukungan dari PABSI dan KOI.
Ketiga pihak menyatakan menghormati keputusan CAS sekaligus proses anti-doping yang masih berjalan. PABSI dan KOI juga menyatakan siap memberikan dukungan selama proses pemeriksaan berlangsung.
Dengan proses perkara yang belum selesai, keputusan CAS terkait permohonan pencabutan penangguhan sementara tidak secara otomatis menjadi putusan akhir mengenai pokok kasus Rizki.
Absennya Rizki Sempat Menimbulkan Pertanyaan
Sebelum pernyataan resmi tersebut muncul, absennya Rizki dari daftar peserta Asian Games 2026 sempat memunculkan berbagai pertanyaan.
Sejumlah laporan sebelumnya menyoroti beberapa hal menjelang keberangkatan kontingen Indonesia, termasuk proses seleksi nasional dan perubahan kelas pertandingan antara Rizki dengan Rahmat Erwin Abdullah.
Kini, PABSI, KOI, dan Rizki memberikan penjelasan bahwa alasan utama Rizki tidak masuk daftar peserta Asian Games 2026 berkaitan dengan provisional suspension dari IWF.
Ketiga pihak menyayangkan Rizki tidak dapat tampil di Nagoya. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada tim, federasi, dan masyarakat Indonesia yang tetap memberikan dukungan kepada sang lifter selama proses tersebut berlangsung.
