Topik.id — Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, bukan sekadar ajang kompetisi. Acara ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an serta merajut persaudaraan kebangsaan.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi, menyampaikan hal tersebut dalam acara Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI yang digelar di Semarang pada Jumat (11/9/2026). Acara ini merupakan ruang perjumpaan bagi seluruh kafilah dari 37 provinsi sebelum mereka mengikuti rangkaian musabaqah.
“Malam ini kita bertemu dalam satu semangat: memuliakan Kalamullah,” ujar Muchlis, menekankan bahwa para peserta datang dengan beragam latar belakang budaya, tradisi, dan pengalaman pembinaan Al-Qur’an.
Muchlis menambahkan bahwa keberagaman peserta justru menjadi kekuatan yang dapat dipersatukan melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an. Oleh karena itu, Malam Ta’aruf tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan meneguhkan persaudaraan antarkafilah.
“Dalam musabaqah kita berlomba meraih prestasi, tetapi kecintaan kepada Al-Qur’an mempersatukan kita sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia,” katanya.
Ia berharap semangat persaudaraan ini dapat terus terjaga selama pelaksanaan MTQ. Menurutnya, kompetisi harus berjalan beriringan dengan sportivitas dan integritas, sehingga MTQ tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai daerah.
Arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar juga sejalan dengan hal ini, yaitu agar nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya berhenti pada penguasaan bacaan dan hafalan, melainkan diwujudkan dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berkeadaban.
Semangat ini selaras dengan tema MTQ Nasional XXXI, “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”. Muchlis menekankan bahwa MTQ harus menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“MTQ tidak boleh berhenti hanya pada kompetisi membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an. MTQ harus menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan cahaya dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan bernegara,” tuturnya.
Detail Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026
MTQ Nasional XXXI tahun ini diikuti oleh 2.242 peserta yang berasal dari 37 provinsi. Peserta, yang mencakup kelompok usia anak-anak hingga dewasa, akan berkompetisi dalam berbagai cabang, termasuk tilawah, tafsir Al-Qur’an dalam tiga bahasa, serta hafalan mulai dari satu juz hingga 30 juz.
Sebagai inovasi, penyelenggaraan tahun ini juga menyertakan eksibisi cabang tilawah dan kitabah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Kehadiran cabang ini, menurut Muchlis, menunjukkan luasnya ekosistem pembinaan Al-Qur’an yang terus berkembang di masyarakat.
“Keragaman ini menunjukkan betapa luasnya ekosistem pembangunan dan pembinaan di bidang Al-Qur’an yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat kita,” ungkapnya.
Dari sisi penilaian, MTQ Nasional XXXI melibatkan 155 dewan hakim yang bertugas untuk melakukan penilaian secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab.
“Integritas dewan hakim menjadi salah satu kunci dalam menjaga marwah, kredibilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap MTQ Nasional,” jelas Muchlis.
Seluruh cabang dan golongan musabaqah akan dilaksanakan secara serentak di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang. Dengan tambahan satu titik registrasi kafilah, total terdapat 13 lokasi operasional selama penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Berbagai perangkat pendukung juga telah dimatangkan, mulai dari pelayanan kafilah, penyiapan venue, transportasi, kesehatan, hingga sistem penilaian. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian MTQ berjalan tertib, lancar, dan objektif, serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta.
Muchlis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI, yang merupakan hasil kolaborasi Kemenag, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPTQ Nasional, Pemerintah Kota Semarang, LPTQ Provinsi Jawa Tengah, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, dewan pengawas, dewan hakim, serta panitia pusat dan daerah.
“Atas nama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan atas nama LPTQ Nasional, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi,” katanya.
Ia menutup dengan mengajak seluruh kafilah untuk menjaga sportivitas, integritas, dan persaudaraan selama mengikuti MTQ Nasional XXXI.
“Selamat bermusabaqah. Mari kita jaga sportivitas, integritas, dan persaudaraan, sehingga MTQ ini betul-betul dapat memperkuat kecintaan kita, sesama warga masyarakat Indonesia, kepada Al-Qur’an,” tandasnya.
